by

DPRD Sesalkan Pembangunan RPH Tawiri

Ambon, BKA- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan Kota Ambon dinilai tidak serius menyelesaikan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon. Proyek yang dikerjakan sejak tahun 2015 senilai Rp 7 miliar lebih itu, hingga kini belum juga difungsikan.

Parahnya lagi, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, Johnny Arie Tupan, baru saja pensiun beberapa bulan kemarin dan belum menyelesaikan proyek tersebut.

Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally, mengatakan, banyak janji yang ditebar dinas terkait untuk memfungsikan RPH Taiwiri sejak tahun 2018 hingga 2019 lalu.

Bahkan awal tahun ini, dinas terkait juga berjanji, RPH itu segera difungsikan dalam waktu dekat. Karena hanya menunggu pengadaan mobil coolbox untuk pendistribusian daging hewan.

Namun hasil tinjauan yang dilakukan Komisi III pada Selasa (4/8) pekan kemarin, mobil tersebut belum juga ada.

“Selasa kemarin itu, komisi tinjau lagi RPH Tawiri. Hasilnya itu jauh dari harapan. Kita sangat sesalkan kinerja dinas terkait, karena sejak awal itu banyak anggaran yang sudah dikeluarkan untuk bangun RPH. Tapi belum juga difungsikan sampai saat ini,” kesal Wally, saat dihubungi Beritakota Ambon, Minggu (9/8).

Dituturkan, saat ini Kadis telah pensiun, sehingga komisi sementara mendesak Plt dinas terkait agar RPH Tawiri segera difungsikan.

Pasalnya, RPH Mardika saat ini sudah tidak layak dijadikan lokasi pemotongan hewan. Bahkan sesuai aturan, RPH tidak boleh berada di tengah-tengah perkotaan.

“Tahun 2019, anggaran didorong untuk lakukan penyelesaian terkait masalah pembangunan sumur bor dan IPAL, tapi sudah diselesaikan. Maka masalah mobil cool box harus diselesaikan juga oleh Pelaksana Tugas (Plt), agar RPH Tawiri bisa difungsikan,” ujarnya.

Wally juga mengaku, bahwa informasi pengadaan mobil coolbox yang dilakukan dinas terkait adalah benar. Namun mobil bekas tersebut telah dimodifikasi dengan kelengkapan pendingin. Akan tetapi Ia lupa soal besaran anggaran pengadaan mobil tersebut.

“Anggarannya saya lupa untuk mobil box itu. Mobil bekas itu benar tapi katanya sudah dimodifikasi dengan alat pendingin untuk angkut daging ke tempat penjualan di Madika. Intinya total anggaran sudah 7 miliar lebih dan harus segera diselesaikan,” pesan Wally. (UPE).

Comment