by

DPRD Sesalkan Sikap Tertutup Gustu

Ambon, BKA- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, sangat menyayangkan tindak tim Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, yang terkesan lamban dalam mengambil langkah pencegahan penyebaran virus tersebut.

Misalnya terkait temuan adanya tiga pedagang di Pasar Mardika yang dinyatakan positif Covid-19 hasil rapid test, namun dibiarkan tetap beraktivitas seperti biasa. Tanpa dilakukan upaya pencegahan.

Padahal, ungkap Lucky, pihak RSUD dr. Haulussy Ambon, dalam rapat koordinasi yang digelar 4 Mei kemarin, telah mengakui adanya temuan itu.

“Iya, memang dalam rapat itu, Direktur RSUD sampaikan, bahwa ada tiga pedagang di pasar (Mardika) yang masih berjualan itu positif hasil rapid testnya,” ungkap Wattimury, Selasa (5/5).

Setelah mendapatkan informasi itu dari instansi yang bisa dipercaya, katanya, DPRD Maluku langsung menginstruksikan kepada Tim Gustu Provinsi Maluku untuk secepatnya mengambil langkah cepat dan tegas, untuk mencari ketiga oknum pedagang tersebut, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Malauku, terlebih khsusus di Kota Ambon.

“Dewan telah instruksikan untuk Tim Gugus secepatnya dapat mengambil langkah untuk menjejaki ketiga oknum pedagang itu. Sebab kalau tidak cepat, akan bisa membahayakan orang lain, karena banyak orang yang datang ke pasar. Coba kalau dibiarkan, ini bisa bahaya,” ucapnya.

Dikatakan, bukan hanya pihak RS yang menyampaikan hal tersebut, Gustu Provinsi Maluku lewat ketua harian, Kasrul Selang, juga mengatakan hal yang sama.

“Gugus tugas juga harus cepat ambil langkah penyekatan dengan orang yang berdekatan dengan ketiga pedagangan tersebut, agar penyebarannya dapat diatasi dengan baik,” pintanya.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini, sudah menjadi kekhwatiran bersama. Jika tidak secepatnya diatasi, maka akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Karena sampai saat ini, masyarakat masih terkesan seperti tidak terjadi apa-apa.

“Kekhwatiran ini terbukti sudah, pemerintah sudah berkali-kali menghimbau agar Pasar Mardika itu jangan terlalu banyak didatangi orang. Tapi kalau kita ambil langkah tegas, dianggap kita ini tidak manusiawi, yang seakan-akan ingin memotong kehidupan orang lain. Kita himbau agar jangan datang-datang didaerah yang ramai, tapi tidak didengar. Nanti kalau sudah jadi begini, siapa yang mau disalahkan,” tandasnya.

Ditempat berbeda, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, mengatakan, pemeriksaan lewat rapid test atau tes cepat Covid-19, ditemukan tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hasilnya reaktif.

Tiga PDP tersebut, dua diantaranya selaku Pelaku Perjalan (PP), sedangkan satunya berprofesi sebagai pedagang Pasar Mardika.

Penetapan PDP dilakukan Tim Gustu terhadap kedua PP pada hari 1 Mei lalu. Sedangkan status PDP disandangkan bagi pedagang Pasar mardika itu pada 3 Mei. “Mereka diperiksa lewat RDT (rapid test). Hasilnya reaktif. Jadi sekarang ada tiga orang pasien PDP yah,” ungkap Kasrul, dikantor Gubernur Maluku, Selasa (5/4).

Terhadap ketiga PDP tersebut, katanya, akan diberlakukan protab yang sama seperti pasien positif Covid-19. Mereka akan diisolasi, diperiksa dan seterusnya.

“Jadi yang datang di RSUD dengan gejala, mereka diperintahkan harus lewat RDT dulu. RDT ini kan untuk skrining kepentingan tim medis saja,” jelasnya.

Namun, swab para PDP baru tersebut akan dipastikan secepatnya. Karena pemeriksaannya akan dilakukan di BTKL-PP kelas II Ambon. “Seandainya hasil swab ketiga PDP itu positif, maka akan dilakukan tracking terhadap mereka,” katanya.

Sedangkan terkait hasil rapid test tiga pedagang yang diduga positif Covid, Kasrul mengatakan, belum mengetahui informasi itu. “Saya belum baca lengkap,” pungkasnya.(RHM/BKA-1)

Comment