by

Dua Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Kisar

Ambon, BKA- Dua oknum Polisi yakni Briptu Daniel Mehen dan Viktor Sampe diduga melakukan penganiayaan. Dua anggota Polri yang bertugas di Polsek Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menganiaya salah satu warga di wilayah hukumnya.

Slogam polisi melindungi, mengayomi telah dinodai dua oknum polisi tersebut di daerah perbatasan dengan Timor Leste itu. Kedua oknum ini nekat melakukan penganiayaan terhadap Julius Enos Corneles, warga yang tinggal di Desa Jerusu, Kecamatan Pulau Romang, MBD.

Tindak pidana penganiayaan ini terjadi pada 28 Juli 2020 lalu. Saat itu, korban hendak ke Mapolsek Pulau-Pulau Terselatan untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan yang ditangani pihak kepolisian di Polsek itu. Pasalnya, kasus tersebut melibatkan ponakannya yakni Julius Daniel Frans dan Dandoto Al Frans, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak tahu mengapa, saat korban dipersilakan masuk, kedua anggota polisi itu meladeni korban dengan perlakuan yang tidak baik.

Korban bahkan diancam, hingga akhirnya di pukul oleh Briptu Daniel Mehen sampai berdarah di bagian mulutnya.

“Waktu itu saya ke sana dengan maksud baik-baik. Tapi Polisi bilang, saya perhambat proses penyelidikan. Tapi karena saya tidak paham dengan maksud dan nada kasar yang disampaikan mereka, makanya saya kembali tanya. Eh, dia malah mengeluarkan kata-kata kotor kepada saya Bahkan tindakan yang dia lakukan tidak mencerminkan sebagai seorang pelindung masyarakat,” kesal Julius Enos Corneles didampingi Kuasa hukumnya, Izack Frans dan Rey Ronald Sahetapy di Ambon, akhir pekan kemarin.

Juliaus mengaku, kasus yang ditangani Polsek Kisar adalah kejadian yang terjadi di desanya di Pulau Romang. Dan karena ponakannya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, sehingga dirinya diutus pihak keluarga untuk mendatangi Mapolsek Kisar untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus tersebut.

“Kedatangan saya ke Polsek kan ada dua tujuan, pertama soal laporan pengaduan terkait pelecehan seksual dan kasus penganiayaan yang menimpa ponakan saya. Tapi saya tidak dilayani dengan baik, malah di aniaya Polisi. Saya dipukul oleh Briptu Daniel Mehen dari pinggang belakang, belakang kepala, terakhir bagian mulut. Itu langsung mulut saya pecah dan berdarah,” beber korban, seraya mengeluarkan bukti hasil visum dari medis.

Di tempat sama, Kuasa Hukum Korban, Izack Frans menambahkan, tindakan premanisme yang dilakukan dua oknum polisi di Polsek Kisar itu, sudah dilaporkan ke Kapolda Maluku.
Tembusannya ke Kapolri, Irwasum, Irwasda, Bid. Propam Polda Maluku, Komnas HAM Maluku, Ombudsman Maluku.

“Sesuai koordinasi terakhir, pihak Polda sudah disposisi laporan kami ke Polres Maluku Barat Daya untuk menindaklanjuti,” ujar Frans.

Semoga saja, tambah dia, kasus penganiayaan ini secepatnya ditindak lanjuti Kapolda Maluku dan juga Kapolres MBD. Sebab, aksi yang dilakukan kedua oknum polisi itu tidak mencerminkan tugas dan fungsi kepolisian sama sekali.

“Dan untuk diketahui, kasus ini kita akan kawal terus sampai ada titik terang Kapolda Maluku dan Kapolres MBD,” pesan Frans. (SAD).

Comment