by

Dua Pemilik Ganja Diadili

Ambon,BKA – Dua terdakwa penyalahgunaan narkoba jenis ganja yakni  Devan Terseman alias Delon (22) dan Daniel Julius (26)  harus duduk dikursi pesakitan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin, (20/4) kemarin.

Sidang perdana tersebut  dipimpin ketua majelis hakim, Cristina Tetelepta didampingi Jimmy Wally dan Felix Wiusan selaku hakim anggota, sedangkan untuk kedua terdakwa didampingi Penasehat hukum Alfred Tutupary, dengan sistem persidangan melalui sarana Video Teleconfrence.

JPU dalam dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan kedua terdakwa terjadi Rabu (3/11/2019), sekitar pukul 21.00 WIT, tepatnya di kediamannya di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya, saksi dari anggota Sat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, masing-masing S Lewerissa, Arman Matulessy dan Jufri Ode mendapat informasi dari informan bahwa, terdakwa Daniel memiliki narkotika jenis ganja.

Dari informasi tersebut, saksi dan rekan langsung bergerak menuju ke rumah terdakwa Daniel. Pada saat penangkapan, terdakwa Daniel mengaku menyerahkan ganja sebanyak 5 (lima ) paket kepada terdakwa Devan untuk dikonsumsi.

Atas pengakuan tersebut, petugas melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Devan. Dari hasil penangkapan tersebut ditemukan satu paket ganja, beserta satu botol Drum Whisky didalamnya berisikan minuman keras jenis sopi, yang dicampur dengan batang ganja.

Barang bukti dalam perkara ini adalah ganja kering dengan berat 17,3830 gram dan  satu botol minuman drum whisky berisi cairan sopi dan batang ganja.

“Kedua terdakwa  didakwa dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 144 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas JPU Els B Leunupun dalam berkas dakwaannya.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi. (SAD)

Comment