by

Dua Pemilik Sabu Diancam 7 Tahun

Ambon, BKA- Hidayat Ohorela alias Dayat (43) dan Ridwan Soo alias Ridwan (37), diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon dengan tujuh tahun penjara, karena diduga terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Dua warga jalan Baru, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini dinyatakan melanggar pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim, supaya memvonis kedua terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp 800 juta, subsider enam bulan kurungan, dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan,” ucap JPU, E. Wattimury, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang berlangsung secara teleconference, Selasa (30/6).

Sidang itu dipimpin Ketua Mejelis Hakim, Feliks R. Wuisan, dibantu Jenny Tulak dan Jimy Waly selaku Hakim Anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Ronald Salawane.

Didalam pertimbangan meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatan, bersikap kooperatif dipersidangan. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan UU yang berlaku.

Didalam amar tuntutan, JPU menguraikan, tindak pidana yang dilakukan kedua terdakwa terjadi pada 21 Januari 2020, sekitar pukul 17.40 WIT, tepatnya di kawasan Air Kuning, Lorong Lebeharia, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya, Didim Ense bersama rekannya Andre Mairuhu dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan, kalau ada terjadi peredaran narkotika di Kawasan Air Kuning, Lorong Lebeharia (TKP), yang dilakukan kedua terdakwa.

Tak menunggu lama, petugas kemudian mendatangani TKP. Mereka mendapat terdakwa sedang mengusai narkotika. Yakni sabu yang dikemas dalam satu dos rokok Sampoerna, yang disimpan dilaci kiri sepeda motor dengan Nomor Polisi DE 3102 LS merek Honda Beat.

Dari tangan keduanya, ditemukan dua paket sabu-sabu. akhirnya petugas kemudian menggiring kedua terdakwa ke kantor Ditresnarkoba Polda Maluku, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan, untuk agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.(SAD)

Comment