by

Dua Saksi Diperiksa di Korupsi PLTG

Ambon, BKA-Dua saksi, masing-masing mantan staf Kantor Pertanahan Buru inisial P. S dan Kepala Kantor Pertanahan Buru inisial N.K, diperiksa tim penyidik Kejari Buru dikasus dugaan tipikor pangadaan tanah dan pembangunan Kantor PLTMG Namlea.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada koran ini mengatakan, tim penyidik Kejati Maluku dan Kejari Buru pekan kemarin memeriksa dua saksi dari pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Buru.

“Dua saksi dari pihak pertanahan diperiksa penyidik di Kejari Buru. Pemeriksaan itu untuk melengkapi berkas dua tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini,” jelas Sapulette, Jumat (21/8).

Sebelumnya, Samy Sapulette yang dikonfirmasi mengaku, agenda penyidik Kejati Maluku saat ini masih fokus pada pemeriksaan saksi-saks, selain itu pemeriksaan ahli, terakhir pemeriksaan tersangka.

Sebelumnya, Kejati Maluku menggelar ekspos perkara dengan menetapkan dua tersangka, masing-masing Fery Tanaya alias FT (59) dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/ 2020,08 Mei 2020, serta tersangka AGL (46), PNS BPN Maluku berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor :B-750/Q.1/Fd.1/05/ 2020, tanggal 08 Mei 2020.

Mereka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang. No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG itu berada tepat di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Dalam proses jual beli lahan itu, diduga tidak melibatkan Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat, Notaris dan Pemerintah Kabupaten Buru.(SAD).

 

 

Comment