by

Dua Terdakwa Sabu Diancam 8 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Ambon Fitria Tuahuns menuntut terdakwa narkoba Iswan Kadir dan Bryan Selers Nover Wattimena dengan penjara selama delapan tahun pada persidangan online di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (7/9).

Sidang agenda tuntutan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Christina Tetelepta, didampingi Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Ronald Salawane.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 112 Ayat (1) UU RI no. 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap JPU dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada Senin 02 Maret 2020 bertempat di depan Pabrik Roti Sarinda Belakang Soya Kecamatan Sirimau Kota Ambon.
Awalnya petugas Ditresnarkoba Polda Maluku, mendapat informasi dari informan, kalau para terdakwa memiliki narkoba jenis sabu.
Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan pemantauan dan menangkap para terdakwa.
Dari penangkapan, polisi berhasil mengamankan satu dos rokok Marlboro merah. Dalam dos rokok itu, terdapat lipatan tisu berisikan satu plastik bening ukuran sedang yang didalamnya lagi berisikan dua plastik sabu. Terdakwa Iswan juga mengeluarkan satu paket sabu lagi saat diinterogasi.
Kedua terdakwa mengaku mendapatkan sabu tersebut dari saudara Broken (DPO). Mereka memesan melalui telepon, seharga Rp. 1.000.000. Uang tersebut lalu di kirimkan melalui rekening bank BCA.

Selanjutnya, Broken mengirimkan pesan bahwa sabu tersebut sudah diletakkan di depan Indomaret Batu Merah Tanjung. Kedua terdakwa lalu pergi mengambilnya.

Mereka lalu pergi ke rumah Bryan untuk menggunakan sebagian kecil dari sabu tersebut. Sisa dari sabu tersebut lalu dibagi dua.
Keduanya ternyata patungan untuk membeli sabu tersebut. Keduanya patungan masing-masing Rp.500.000, (lima ratus ribu rupiah).
Setelah mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pledoi dari penasehat hukum terdakwa. (SAD)

Comment