by

Dugaan Penipuan, Oknum Polisi Digugat

Ambon, BKA- Merasa tanahnya disabotase, Laila Wadjo akhirnya menggugat Thomas Keliombar atas kasus dugaan penipuan tanah. Thomas merupakan aparat kepolisian yang bertugas di Polda Maluku. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri Ambon, dengan nomor perkara, 215/Pid.B/2020/PN Amb.

Kasus ini telah memasuki gugatan keenam, Jumat (11/9) yang dipimpin Majelis Hakim, Lucky Rombot Kalalo, didampingi Hamzah Kailul dan Christina Tetelapta. Laila dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut.

Dalam persidangan itu, Laila mengaku sebagai ahli waris dari tanah sengketa di Talake milik Muhammad Taip Wadjo. “Saya sebagai ahli waris dari tanah Muhammad Taip Wajo, mengetahui tanah ini sudah ada sabotase. Thomas yang adalah anggota Polri menjual tanah saya kepada Herry,” beber Lalila, dalam sidang tersebut.

Saat menghubungi koran ini, Sabtu (12/9), Laila menilai, pihaknya menuntut bukti dari Thomas Keliombar atas tanah tersebut yang diakui miliknya. Namun bukti tersebut tidak pernah ditunjukan. Naasnya, Thomas diduga telah menerima uang pembayaran awal (DP) senilai Rp 20 juta saat menjual tanah tersebut.

Laila mengaku, dalam sidang tersebut Ia telah mengaku memiliki bukti-bukti atas kepemilikan tanah tersebut. Bahkan memiliki bukti PBB tahun 2020 yang telah lunas. “Saya punya bukti, tanah ini milik ayah saya. Kami memang belum punya sertifikat asli. Bukti kepemilikan belum ada, tapi kami punya PBB. Kami terus bayar. Bahkan tahun ini pun kami yang bayar,” bebernya.
Dia menilai, Thomas selaku tergugat tidak memiliki bukti apapun atas tanah tersebut. Sehingga Laila berharap, setelah kasus ini, Kapolda Maluku harus menindak tegas anak buahnya itu.

“Dia (Thomas) punya hanya kwitansi. Tidak ada surat keterangan kepemilikan tanah. Jadi tanah itu tetap milik kami. Dia sebagai Polisi, harus melindungi masyarakat. Kenapa dia menipu ? Ini sangat memalukan. Hal ini harus ditindak tegas,” harap Laila.

Sekedar tahu, dalam dakwaan, Jaksa menyebut Thomas Keliombar, pada 1 April 2017 sekitar pukul 17.00 WIT atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2017, bertempat dirumah saksi Izak Lambiombir di Tanah Lapang Kecil Kota Ambon, dengan maksud untuk mengguntungkan diri sendiri.

Yakni memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain. Yaitu saksi korban Heri Setiabudi Lauw, untuk membeli tanah tersebut darinya. (BKA-1)

 

Comment