by

Dukung Pemprov Lakukan Pinjaman Rp700 Miliar

Ambon, BKA- Anggota DPRD Maluku, Aziz Hentihu mendukung langkah Pemerintah Propinsi (Pemprov) Maluku melakukan pinjaman senilai Rp 700 miliar, lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pinjaman 700 miliar PEN Maluku sudah sesuai regulasi. Selaku wakil rakyat, kami mendukung langkah tersebut,” tegas Aziz, lewat rilisnya kepada wartawan, Kamis (26/11).


Menurut dia, program PEN terhadap kondisi ekonomi di tengah Covid lewat PT. SMI yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ini merupakan instrumen negara untuk mensiasati pemulihan dan percepatan pembangunan ekonomi bangsa di daerah-daerah.
Untuk itu, lanjut Aziz, program ini haruslah didukung penuh oleh masyarakat Maluku, sebagaimana dilakukan juga oleh beberapa daerah lainnya di Indonesia, yakni melakukan pinjaman atau kredit lewat program PEN tersebut.

“Instrumen ini memiliki legal standing yang jelas, yakni PP 43 tahun 2020 tentang Perubahan atas PP 23 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Penangan Covid 19 di Indonesia,” papar dia.
Politisi PPP ini mengaku, fasilitas dan persyaratan pinjaman pada PT. SMI terkait PEN Maluku telah memiliki legal standing pada PMK 105/PMK.07/2020 pengelolaan pinjaman PEN untuk Pemda.

Dijelaskan, saat berkoordinasi dengan pemprov Maluku, telah disimpulkan bahwa proses pinjaman daerah ke PT SMI. Dan hingga kemarin masih dalam proses dan belum ada penandatangan memorandum of understanding (MoU), antara Pemprov Maluku dengan PT. SMI. Dan tentu saja dana atau anggaran untuk belanja programnya juga belum turun.

Aziz menilai, polemik syarat khusus instrumen LEN yang butuh persetujuan DPRD juga tidak benar. Karena jika dalam situsi normal, maka DPRD dan Pemda Maluku akan mengacu pada PP 56 tahun 2018. (RHM)

Comment