by

Edar Ganja, Pemuda Tulehu Diancam 10 Tahun

Ambon, BKA- Baharudin Djourongah alias Brek, warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), diancam 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejari Ambon, karena melakukan tindak pidana narkotika jenis ganja.

Pria 25 tahun yang berprofesi selaku mekanik sepeda motor ini diacaman bersalah, melanggar pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Tuntutan JPU ini dibacakan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon secara video teleconference, Selasa (23/6).

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.
“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhi hukuman penjara selama 10 tahun, karena terbukti melakukan tindak pidana narkotika jenis ganjar,” ucap JPU, Secretchil E. Pentury, dalam amar tuntutan yang dibacakan dipersidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Feliks R. Wuisan, dibantu Essau Yerisitouw dan Jenny Tulak selaku Hakim Anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Alfred Tutupary.

Pertimbangan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan, terdakwa sudah mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa melanggar Undang-undang yang berlaku.

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 20 Januari 2020 lalu, sekitar pukul 15.30 WIT, tepatnya di kediaman terdakwa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Malteng.

Awalnya, Alfin Gunawan saksi dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan, kalau terdakwa sering menjual narkotika di lokasi tempat tinggalnya.

Mendengar informasi tersebut, saksi bersama beberapa rekannya berniat untuk mendatangani rumah terdakwa, untuk melakukan penyelidikan lanjut.

Sekitar pukul 13.30 WIT, saksi bersama rekannya menemui terdakwa di rumahnya. Saat itu para saksi menanyakan, apakah benar yang mereka temui adalah terdakwa. Terdakwa membenarkan hal itu.

Selanjutnya, saksi menanyakan, apakah terdakwa sedang menyimpang narkotika di dalam rumah. Terdakwa juga membenarkan hal itu, dan mengaku sedang menyimpan narkotika di kamarnya.

Kemudian mereka memaksa agar dia mengeluarkan barang bukti tersebut. Dihadapan petugas, selanjutnya terdakwa mengeluarkan barang bukti berupa ganja sebanyak 249 paket kecil.

Setelah mengamankan barang bukti tersebut, terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor Dit Resnakoba Polda Maluku, kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga Senin (30/6), untuk mendengarkan agenda pledoi dari penasehat hukum terdakwa.(SAD)

Comment