by

Efektivitas PJJ Tergantung Fasilitas

Ambon, BKA- Kepala SMA Negeri 1 Buru, Misiani Tomu, mengungkapkan, efektivitas proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sangat tergantung pada kesiapan fasilitas siswa.

Menurut Tomu, tidak semua siswa memiliki fasilitas. Untuk itu, pelaksanaan PJJ tidak bisa dipaksakan. Semua harus di sesuaikan dengan kondisi di daerah.

Kondisi siswa pada kawasan pedesaan, katanya, berbeda dengan siswa yang berada di perkotaan yang lebih siap dari segi fasilitas.

“Bukan berarti tidak berjalan. Tapi sesuai dengan keberadaan siswa dan guru, yang punya fasilitas itu. Kalau punya fasilitas, pasti berjalan baik. Kalau yang tidak, maka kita jalan secara manual. Dimana materi pelajaran diberikan oleh guru dan dikerjakan oleh siswa selama di rumah. Kan tidak sama seperti di kota-kota besar yang fasilitasnya lengkap,” ungkap Tomu, Rabu (10/6).

Yang terpenting kata dia, kebijakan pemerintah berlakukan PJJ ini bisa melindungi siswa dari paparan Covid-19. Karena itu, para siswa harus tetap belajar dari rumah.

Menurutnya, tinggal bagimana sekolah mengambil kebijakan untuk menyesuaikan proses pembelajarannya, jika fasilitas online tidak memadai.

“Apalagi banyak siswa yang tidak memiliki fasilitas pendukung. Ini yang sementara kita mencari solusi terbaik untuk mengatasinya, agar anak-anak ini bisa belajar dengan maksimal, walaupun tidak secara tatap muka langsung di sekolah,” ujarnya.

Karena guru dan siswa yang berada di daerah terkendala fasilitas, membuat penguasaan berbagai media pembelajaran secara online juga minim. Sehingga perlu kesiapan yang matang, jika ingin PJJ berjalan maksimal.

“Karena itu yang menjadi kesulitan untuk mengembangkan pembelajaran jarak jauh ini. Sebab dampak dari minimnya fasilitas, membuat sejumlah guru dan siswa juga tidak terlalu mahir dalam penggunaan media yang ada. Jadi kita selama ini jalan, bagi guru dan siswa yang punya fasilitas itu. Intinya, kita yang di daerah pinggiran butuh fasilitas agar PJJ berjalan maksimal,” pungkas Tomu. (LAM)

Comment