by

Empat Daerah Akan Diawasi Ketat

Menjut New Normal di Maluku

Ambon, BKA- Penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Cobvid-19 di Maluku yang kiat meroket, membuat Pemerintah Provinsi Maluku akan menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau new normal.

Dalam upaya penerapan new normal tersebut, setidaknya ada empat kabupaten dan kota di Maluku yang akan mendapat perhatian khusus, berupa pengawasan dan penertiban ketat, karena dianggap sebagai daerah yang paling terdampak.

Empat kabupaten dan kota tersebut, yakni, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kabupaten Buru dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Arahan terkait new normal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar, saat melakukan kunjungan ke Polresta Pulau Ambon, Kamis (28/5).

Untuk daerah yang terdampak dan direncanakan dilakukan pendisiplinan untuk patuhi protokol kesehatan, maka dia meminta agar seluruh jajarannya melakukan koordinasi dengan Pemda setempat, dalam hal ini bupati atau walikota atau tim tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 (TGPP-C19).

“Koordinasi dimaksud, yakni, dalam rangka merumuskan atau merencanakan terkait mendisiplinkan masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan, menuju masyarakat produktif aman Covid-19 di empat daerah terdampak di Maluku, yakni, Kota Ambon, Malteng, Buru dan Kabupaten SBT,” terang Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menginstruksikan agar setiap Polres jajaran menentukan daerah mana yang harus harus menjadi contoh pelaksanaan penertiban menuju masyarakat produktif aman Covid-19, dan menyiapkan petugas pada titik-titik sarana publik di semua daerah, serta membuat protokol penertiban disetiap titik.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini pun meminta, agar seluruh jajaranya melakukan sosilisasi ke masyarakat, sebelum menjalankan protokol new normal.

“Disimulasikan semua kegiatan yang direncanakan atau dirumuskan dan laksanakan sosialisasi dengan melibatkan unsur TNI dan Satpol PP,” pintanya.

Namun, dia mengingatkan, agar anggotanya untuk tidak melakukan tindakan arogan dalam upaya new normal tersebut. “Apabila ada masyarakat yang melawan, harus diberikan penjelasan yang benar,” tandasnya.

Terkait dengan rencana penerapan new normal oleh Pemerintah Provinsi Maluku, mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Maluku.

Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, mengatakan, pemberlakuan new normal sangat dibutuhkan masyarakat, setelah sekian lama hanya melakukan kegiatan di rumah dan selalu menjaga jarak disaat pandemi Covid-19.

Karena itu, dengan pemberlakuan tatanan hidup dan pola yang baru, diharapkan masyarakat tetap disiplin dan taat dengan protokoler kesehatan untuk pencegahan Covid-19 yang semakin hari kian meresahkan di Maluku.

“Pada new normal ini, masyarakat akan tertata untuk disiplin, karena mengatur bagaimana cara menggunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan,” ujar Wattimury, Kamis (28/5).

Untuk itu, peran otoritas keamanan sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan dengan pengaturan kedisplinan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut, mengatakan, apa yang diprogramkan oleh pemerintah wajib diikuti oleh masyarakat.

“Wajib kita dukung. Karena itu, masyarakat harus tetap disiplin dalam melakukan kegiatan di luar rumah,” tutup Sairdekut. (SAD/RHM)

Comment