by

Empat Desa Belum Tersentuh Internet

Ambon, BKA- Dari total 30 Desa/Negeri di Kota Ambon, tersisa 4 Desa di kecamatan Leitisel yang belum bisa menikmati fasilitas internet.

Diantaranya desa Naku, Hatalai, Kilang dan Ema. Ini menjadi salah-satu kendala dalam penerapan kurikulum berbasis daring di Kota Ambon.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Persandian Kota Ambon, Joy Adriansz mengatakan, sampai saat ini jaringan internet pada empat desa tersebut belum dapat teratasi.

“Saat ini kalau gunakan jaringan seluler tidak masalah. Tapi kalau untuk gunakan jaringan internet dengan menggunakan Indihome, khusus untuk 4 desa ini yang belum. Dan sementara kita upayakan untuk dituntaskan,” ungkap Joy, kepada wartawan, usai hadiri rapat evaluasi kurikulum daring bersama Komisi II DPRD Ambon dan stakeholder lainnya, di gedung DPRD Belakang Soya, Kamis (6/8).

Menurut Joy, tahun ini PT Telkom sudah memperluas jaringan hingga ke kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Sehingga beberapa desa lainnya di kecamatan tersebut seperti desa Hutumuri, Rutong, Lehari dan Hukurila sudah terjangkau untuk fasilitas internet.

“Saat ini, sementara menunggu usulan pemasangan indihome maupun layanan internet yang telah masyarakat maupun kantor yang ada. Baik pemerintah maupun swasta,” terangnya.

Dijelaskan, ada empat alternatif yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Ambon ke PT Telkom maupun penyedia jaringan internet lainnya. Salah satunya telah menyurat secara langsung ke PT Telkom di Makassar, agar di akhir tahun ini atau tahun 2021 mendatang dapat dilakukan pemasangan fiber optik pada empat desa yang belum tersentuh internet itu.

“Untuk alternative kedua, kita sudah usulkan kepada PT Lintas Arta, sehingga mereka bisa berkontribusi di kota Ambon dengan fiber optic pada empat desa negeri itu. Kemudian kita usulkan untuk pemasangan layanan mega sky milik PT Telkom. Itu layanan langsung dengan satelit untuk dipasang,” paparnya.

Sementara untuk alternatif keempat, lanjut dia, Pemerintah Kota melalui Diskominfo telah mengusulkan kompensasasi pemasangan fiber optik.
“Jadi misalnya Pemerintah Kota anggarkan untuk pemasangan fiber optic, nanti pengembalian anggaran itu disesuaikan dengan layanan yang digunakan Pemerintah Kota. Dan untuk alternative ke empat ini masih menunggu persetujuan dari PT Telkom di Makassar,” imbuh Joy.

Anggota DPRD Kota Ambon, Ary Sahertian menambahkan, sesuai hasil rapat yang dilakukan, sejumlah stekhoder seperti PT Telkom dan lainnya telah nyatakan sikap untuk membantu kekurangan fasilitas internet yang masih dialami 4 desa tersebut.

“Dari empat desa yang belum tersentuh internet, itu sementara diupayakan untuk secepatnya. Sehingga mereka di sana juga tidak tertinggal. Dan kesiapan dari sisi kelengkapan untuk menjawab tantangan pendiikan itu dijawab sudah dijawab Telkom, Telkomsel dan juga PLN. Karena soal IT ini bergantung juga dengan listrik,” imbuhnya.

Politisi PKB ini menambahkan, ini menjadi acuan untuk melengkapi berbagai kekurangan yang ada sehingga membutuhkan campur tangan pemerintah. Bahkan perlu seluruh dukungan BUMN atau stakeholder lainnya, agar seluruh lingkarang yang ada dapat menunjang pemerintah dalam peningkatan SDM di bidang pendidikan. (UPE)

Comment