by

Empat Nyawa Melayang Karena Warisan

Ambon, BKA- Nasib tragis dialami empat orang warga Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Nyawa mereka harus melayang karena memperebutkan harta warisan, Selasa (5/5).

Keempat pemuda itu, yakni, HR (69), FR, ES dan AS yang diduga merupakan pengacara, harus meregang nyawa setelah dianiaya oleh beberapa orang menggunakan parang.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, kepada BeritaKota Ambon, mengungkapkan, peristiwa pembunuhan itu terjadi di Desa Faan, tepatnya di jalan Tool Kei Kecil, Kabupaten Malra, sekitar pukul 15.00 WIT.

“Kasus ini bermula dari masalah lahan warisan. Tak tahu mengapa, ke empat orang itu langsung diserang secera mengenaskan oleh beberapa orang,” ungkap Ohoirat.

Dia mengaku, pasca aksi itu yang menghilangkan empat nyawa pemuda itu, Anggota Polres Malra langsung mendatangi TKP dan melakukan pengamanan intens.

“Saat ini, para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan itu sudah diamankan di Kantor Polres Malra,” tandas Roem.

Kapolres Malra, AKBP Alfaris Pattiwael, saat di konfirmasi, membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan terhadap keempat korban tewas tersebut.

“Dari kejadian ini, kita berhasil mengamankan enam pelaku, yakni, TO, JR, LL, JRG, yang merupakan warga Faan. Sedangkan dua tersangka lainnya merupakan warga Wearsten, yakni, HR dan TR,” jelas Pattiwael.

Dia mengungkapkan, keempat jasad korban awalnya ditemukan tergeletak dalam hutan atau di sekitar kawasan Jalan Tol Bandara Ibra, Kei Kecil.

Penganiayaan itu dilakukan menggunakan alat tajam (parang), yang mengakibatkan empat orang warga Faan meninggal dunia itu dikarenakan memperebutkan tanah sengketa

“Motif dari kejadian tersebut adalah sengketa tanah warisan yang masih dalam satu garis keturunan marga Rumangu,” jelasnya.

Pasca kejadian itu, unsur pimpinan daerah langsung mendatangi TKP, termasuk Kapolres dan Dandim, Kepala Dinas Kesahatan dan Kepala BPBD mewakili Bupati Malra.

“Sampai sekarang ini, para unsur pimpinan di kabupaten Maluku Tenggara masih berada di Polres, untuk menelaah apa latar belakang serta bagaimana kejadian sebenarnya yang mengakibatkan empat korban jiwa tersebut,” tutup Kapolres.(SAD)

Comment