by

Empat Terdakwa Cinabar Diancam Satu Tahun Penjara

Ambon, BKA- Empat terdakwa kasus Cinnabar terancam satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal ini disampaikan JPU, Secretchile Pentury dalam sidang dengan agenda tuntutan kasus tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (11/6).

Sidang tersebut, dipimipin langsung Ketua Majelis Hamzah Kailul,Cs sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Ronald Salawane.
Untuk diketahui, empat terdakwa tersebut berasal dari Manado dengan nama yakni, Suryanto Pakaya (31), Rustandi Mamoto (33), Rinto Ashat (32) dan Arbo Wonopati alias Kalo (34).

Dalam sidang tersebut, mereka (terdakwa), menyampaikan kurang lebih, 110 kg merkuri yang dikemas dalam 17 botol aqua mini. Namun, barang tersebut dibawa saudara Egen yang terdaftar sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, terdakwa yang juga selaku saksi disidang itu, mengatakan perihal tersebut berdasarkan transaksi bersama Egen. Karena sebelumnya telah berkomunikasi untuk bertransaksi dengan DPO itu.

Bahkan, saksi juga mengaku, telah mentransfer uang sebanyak RP. 88 Juta kepada Egen. Kemudian DPO itu, menyambangi dan merangkup barang Cinnabar di salah satu kamar didalam Kapal bernomor 208. Usai itu, sesampainya di pelabuhan Mereka juga menggandeng beberapa tas.
“Kami menginap di kamar 201. Egen datang dan menaruh merkuri itu ke kamarnya di kamar 208,” jelas JPU.

Mengingat, sebelumnya pihak kepolisian telah mengantongi informasi masyarakat yang menjelaskan kalau pernah melihat terdakwa menyembunyikan mineral logam jenis merkuri di Penginapan Rejeki I, kamar 201, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Tetapi ketika ditanya terdakwa tidak menjelaskan identitas secara rinci.

Kemudian, tidak lama informasi itu didapatkan pihak kepolisian, lantas dengan cepat aparat penegak hukum langsung menggerebek kamar penginapan tersebut.

Sampai disana, anggota polisi menemukan salah terdakwa, Rinto Ashar yang sementara berada didalam kamar 201 itu. Namun, kepolisian berupaya untuk melakukan penggeledahan dan menemukan mineral logam jenis merkuri tersebut.

Dikamar itu juga, terdakwa menguak dua rekannya saat menggandeng tas yang isinya yakni merkuri ke Kapal cepat KM. Kali Permata Rinto yang berlabuh di Pelabuhan Slamet Riyadi.

Setelah itu, Rinto disuruh melakukan sesuatu untuk mendatangkan rekannya. Namun, tak lama Rinto disambangi rekannya sembari menggandeng seluruh tas tersebut menuju kapal guna mengambil sejumlah merkuri yang sudah dikirim

Setelah itu, ketika diringkus polisi, Mereka langsung diinterogasi dan mengakui membeli barang tersebut di Egen (DPO). Saksi melanjutkan, ketiga terdakwa telah dijanjikan oleh terdakwa Kali akan diberikan upah masing-masing uang sebesar Rp. 3.500.000.

Kalo rencananya akan menjual kembali kepada para penambang emas tradisional yang disediakan di Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, dengan harga 1 (satu) kilogram sekitar Rp. 1.000.000

Barang bukti yang dikumpulkan berupa 17 (buah botol aqua yang terdiri dari 7 buah botol Aqua Mini dan 10 buah botol aqua sedang berisikan Cairan warna Perak yang mengandung Mineral Logam Jenis Mercuri dengan berat maksimumnya ± 110 Kg kilogram, 5 buah tas samping ukuran sedang, 3 tas samping ukuran kecil, 1 buah Handphone merk Oppo warna Hitam, 1 buah Handphone merk Vivo Y12 warna Hitam, 1 buah karton / kardus berwarna coklat yang didalamnya berisikan 149 buah botol plastik Kecil dengan tulisan Merk “Mercury”.

Terdakwa terancam Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo Pasal 55 – Persyaratan terdakwa atas disebutkan di atas dan diancam hukuman ayat (1) ke 1 KUHPidana. (BKA-1)

Comment