by

Enam Tahun Bui Untuk Leasiwal

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhi hukuman enam tahun penjara kepada terdakwa Yonas Leasiwal karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis ganja, pada sidang Kamis (14/5).

Sidang putusan yang digelar secara online itu di pimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wiusam dibantu Jenny Tulak dan Christinaina Tetelepta selaku hakim anggota, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary dan JPU Augustina Isabella.

Didalam amar putusan majelis hakim,selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara. ”Menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan di ancam dengan pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Putusan majelis hakim diketahui lebih ringan daripada tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara selama tujuh tahun . denda sebesar Rp.800 juta subsidier enam bulan kurungan.

Didalam dakwaan JPU menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi Jumat 1 November 2019 bertepat di pelabuhan speed desa Tulehu Kecamatan Salahutu Maluku Tengah. Sekitar pukul 09:00 WIT, petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan ada pengedaran ganja di Desa Tulehu dan sekitarnya.

Mendengar informasi tersebut pihak kepolisian langsung menuju untuk melakukan penyelidikan di pelabuhan speed.

“Pukul 22:00 WIT, terdengar bunyi speed yang mau sandar, terlihat ada tiga orang turun dari speed dan duduk di pelabuhan. Kemudian mereka menuju ke tempat parkiran motor. Tidak tunggu lama anggota kepolisian langsung menghampiri mereka dengan menunjukan surat perintah,” ungkap JPU.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut, terdapat tujuh paket narkotika jenis ganja yang disimpan di dalam saku jaket sweter milik terdakwa.

Sedangkan pada saksi Korneles Pisaharu ditemukan satu bungkus rokok Sampurna yang diisi empat paket ganja.

Diketahui tedakwa pergi ke Desa Kailolo untuk membeli ganja dengan harga sebesar Rp. 800 ribu rupiah kepada saksi Korneles Pisaharu.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan di laboraturium di Balai Obat dan Makanan di Ambon,12 November 2019 yang melakukan pengujian terhadap satu paket amplop coklat yang didalamnya terdapat empat plastik bening ukuran kecil yang keseluruhannya berisi tumbuhan kering daun, batang dan biji dengan berat 2,86 gram diisikan untuk pengujian laboraturium.0,35 gram.

Atas perbuatan itulah, anggota polisi langsung membawanya ke kantor Ditresnarkoba Polda Maluku untuk diproses hukum. (SAD)

Comment