by

Evaluasi Anggaran Covid-19 Tertutup

Ambon, BKA- Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon dinilai tidak transparan terhadap pengawasan penggunaan anggaran Covid-19. Pasalnya, rapat evaluasi anggaran yang dilakukan bersama Gugus Tugas (Gustu) Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Kota Ambon sering dilakukan secara tertutup.

Pantauan koran ini, rapat evaluasi pertama yang dilakukan Pansus Covid-19 bersama Gustu Covid-19 kota Ambon tidak dilakukan secara tertutup. Karena membahas soal data penerima bantuan sosial (bansos) yang terdampak Covid-19.

Namun pada rapat evaluasi berikutnya, mulai dilakukan secara tertutup. Pasalnya, dalam rapat itu mulai membahas terkait anggaran penanganan Covid-19 yang telah digunakan oleh Gustu Covid-19 Kota Ambon. Mulai dari awal penanganan Covid-19, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) berdasarkan Perwali nomor 16 tahun 2020 hingga PSBB tahap I sesuai Perwali nomor 18 tahun 2020.

Penyampaian penggunaan anggaran Covid-19 kemudian disampaikan Pansus Covid-19 pada 23 Juni 2020, setelah beberapa kali melakukan rapat evaluasi. Dimana dari total anggaran Covid-19 Kota Ambon senilai Rp 46 miliar lebih, sudah terpakai sekitar Rp 20,2 miliar.

Penggunaan anggaran tersebut untuk penanganan pasien Covid-19, pembelian alat pelindung diri (APD), jaring pengaman sosial (JPS) dan lainnya. Namun tidak dijelaskan lebih rinci, soal berapa banyak APD yang telah dibelanjakan dan sebagainya.

Bahkan pada rapat evaluasi terakhir yang dilakukan, masih dilakukan secara tertutup. Dimana wartawan tidak diberikan ruang untuk meliput rapat evaluasi tersebut. Padahal, rapat evaluasi yang dilakukan membahas anggaran daerah yang digunakan untuk menangani persoalan Covid-19 di kota Ambon.

Yang mana publik harus mengetahui secara transparan, berapa besar anggaran dan untuk apa saja anggaran penanganan Covid-19 yang telah digunakan Pemerintah Kota Ambon lewat Gustu Covid-19.

Wakil Ketua Pansus Covid-19 Kota Ambon, Zeth Pormes kepada wartawan mengaku, berdasarkan tata tertib (Tatib) DPRD Kota Ambon yang telah ditetapkan, setiap rapat DPRD dapat dilakukan secara tertutup maupun terbuka.

Yakni bukan saja pada pembahasan APBD maupun DAK, namun rapat tertutup bisa dilakukan rapat evaluasi lainnya. Termasuk pembahasan evaluasi penggunaan anggaran Covid-19 di Kota Ambon.

“Dalam Tatib DPRD itu sudah diatur, bahwa bisa rapat tertutup maupun rapat terbuka. Jadi bukan saja pembahasan anggaran daerah, tapi soal evaluasi anggaran Covid ini juga bisa tertutup, karena diatur dalam Tatib. Kalau memang tertutup, nanti kan selesai rapat wartawan bisa bertanya,” ungkap Pormes.

Disinggung soal anggaran pemberlakuan PSBB, Politisi Golkar ini mengaku, belum mengetahui pasti soal anggaran PSBB yang diberlakukan di Kota Ambon, baik tahap I maupun tahap II saat ini. Akan tetapi, seluruhnya nanti akan ditanyakan ke Gustu Covid-19 Kota Ambon saat rapat lanjutan yang direncanakan hari ini.

“Soal anggaran PSBB kita belum tahu pasti itu berapa. Nanti kita akan tanyakan ke Gustu Kota Ambon. Karena besok (hari ini) ada rapat lanjutan jam 2 siang. Makanya sebelum rapat tertutup, teman-teman wartawan bisa wawancara,” pungkas Pormes. (UPE)

Comment