by

Fleksibilitas Kurikulum Darurat Dinilai Sangat Membantu

Ambon, BKA- Kebijakan kurikulum darurat yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 9 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus, dinilai pihak sekolah sangat membantu.

Kepala SD Negeri 87 Ambon, Abubakar Wattimena, mengatakan, kurikulum darurat atau khusus yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat fleksibel. Sehingga dalam kondisi khusus, sekolah dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Artinya, pemerintah kini telah memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa dalam kondisi khusus. Kota Ambon kan dalam kondisi khusus, karena masih dalam zona merah. Itu berarti, kurikulum darurat ini akan dilakukan. Memang secara teknis, kita sudah lakukan lebih dulu. Tapi dengan adanya keputusan Mendikbud ini, justru akan semakin membantu kita dalam menyiapkan materi belajar mengajar,” ungkap Wattimena, Minggu (23/4).

Yang terpenting dari kurikulum darurat tersebut, kata Wattimena, sekolah dapat melakukan penyederhaan kurikulum secara mandiri. Yakni, dapat memberlakukan materi esensial selama masih dalam kondisi khusus.

“Sebelum keputusan ini keluar kan, kita dari Forum Pengembangan Pendidikan (FPP) Kecamatan Sirimau sudah bersepakat akan melakukan pembatasan materi esensial atau penyederhanan materi. Tapi bertepatan dengan itu, Mendikbud sudah putuskan kurikulu darurat. Sehingga saya kira itu sudah menjawab kebutuhan kita saat ini. Tinggal bagaimana masing-masing sekolah memahami maksud dari kurikulum darurat tersebut,” papar Ketua FPP Kecamatan Sirimau ini.

Pembatasan materi esensial atau penyederhanaan materi berdasarkan kurikulum darurat itu, sebagai pembatas materi pada setiap Kompetensi Dasar (KD). Sehingga materi yang sama tidak diajarkan secara berkelanjutan pada semester berikutnya, sampai ada keputusan selanjutnnya.

“Kan setiap KD itu biasanya berkelanjutan. Jadi meskipun sudah diajarkan pada semester I, masih akan dilanjutkan di semester II. Dengan adanya kurikulum darurat, untuk sementara ini, kita tidak gunakan itu. Melainkan materi yang penting-penting saja. Sebab saat ini, waktu belajar dibatasi. Untuk itu, tidak bisa kita paksakan untuk ajarkan semua materi. Yang penting anak-anak ini bisa belajar saja, itu sudah cukup. Jadi menurut saya, kurikulum darurat ini sangat membantu. Khusus kita yang di Kota Ambon. Tinggal bagaimana kita mengatur dengan baik, supaya anak-anak tetap belajar ditengah pandemi ini,” pungkas Wattimena. (LAM)

 

Comment