by

GMKI Demo di Kantor Gubernur

Ambon, BKA- Setelah beberapa hari didemo oleh sejumlah mahasiswa yang berafiliasi dalam Revolusi Beta Kudeta (RBK), kembali Kantor Gubernur Maluku didemo kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, Kamis (27/8).

Isu yang disampaikan para pendemo itu masih sama, yakni, terkait aksi joget dan bernyanyi Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, tanpa memperhatikan protokol kesehatan di Gedung DPRD Maluku, beberapa waktu lalu.

Namun tuntutan masa GMKI berbeda. Mereka lebih mengarah pada upaya Pemerintah Provinsi Maluku agar tidak lagi melakukan aksi euphoria yang berlebihan di depan publik. Karena hal itu akan menimbulkan keresahan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu, mereka juga mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Maluku, terkait insiden joget yang dilakukan oleh Sekda Maluku.

Bahkan GMKI akan melayangkan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo, agar melalui Mentri Dalam Negeri memberikan teguran keras terhadap Pemerintah Provinsi Maluku, atas kelalaian dan inkonsistensi dalam menjalankan regulasi atau protokol Covid-19.

“Kami juga meminta agar Pemerintah Provinsi Maluku, bisa menerapakan Program Kartu Maluku Pintar Dan Kartu Maluku Sehat di tengah pandemi Covid 19 ini, sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, ” kata Ketua GMKI Cabang Ambon, Amindes Falantino Syauta.

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, yang menemui para pendemo di depan pagar Kantor Gubernur Maluku, meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku tersebut.

“Pemerintah Provinsi Maluku melalui saya (wakil gubernur, red-) meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Maluku,” paparnya.

Selain itu, kepada para pendemo, Orno mengatakan, Gubernur Maluku tidak bisa menemui mereka, karena tengah rapat virtual dengan Pemerintah Pusat.

Mendengar apa yang disampaikan Orno, puluhan mahasiswa itu tidak merasa puas. Aksi masih terus dilanjutka, karena mereka meminta Gubernur Maluku atau Sekda Maluku yang harus meminta maaf. Bukan Wakil Gubernur Maluku.

Namun hingga pukul 13.16 WIT, tuntutan para pendemo tidak digubris. Akhirnya mereka langsung membubarkan diri. (BKA-1)

Comment