by

GMKI Demo Minta New Normal

Ambon, BKA- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Ambon, melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Balai Kota, Kamis (3/9). Mereka mendesak Pemerintah Kota Ambon untuk segera mempersiapkan tahapan new normal.

Pantauan koran ini, sebelum menduduki Balai Kota pukul 10.40 WIT, puluhan mahasiswa ini lebih dulu berkumpul di lapangan Merdeka Ambon sekira pukul 10.00 WIT.

Bahkan aksi tersebut, dilakukan di tengah hujan lebat. Seluruh masa aksi, basah kuyup.

Mereka sempat menerobos masuk Balai Kota sekitar pukul, 11.25 WIT. Namun mereka dihadang aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon.

Bahkan sempat terjadi aksi saling dorong. Tetapi hingga pukul, 12.40 WIT, mereka berhasil masuk ke lingkungan Kantor tersebut

Dalam aks itu, mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk tidak lagi memperpanjang penerapan PSBB. Dan harus memastikan bantuan sosial yang diberikan ke masyarakat, tepat sasaran dan memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna.

“Pemerintah Kota Ambon harus segera mempersiapkan Ambon untuk masuk tahapan normal menuju ke new normal. Karena masyarakat sudah tidak ingin lagi PSBB diberlakukan. Masyarakat memilih tetap melaksanakan aktivitas di tengah PSBB karena kondisi ekonomi keluarga yang semakin menurun selama PSBB berjilid-jilid dilaksanakan,” teriak Koordinator Lapangan, Daniel Watloly.

Menurut mereka, Pemerintah Kota juga tidak tegas dan tidak efektif terkait penerapan sanksi dalam PSBB transisi IV. Dan dinilai hanya menghabiskan anggaran untuk aparat atau tim gaungan di lapangan yang menertibkan sanksi.

Aksi tersebut terus berlanjut, hingga sekira pukul 12.40 WIT, Sekertaris Kota Ambon, A G Latuheru menemui para demonstran. Disitu, Latuheru mengatakan, Pemkot telah berikan bantuan sosial bagi sebanyak 51 ribu kepala keluarga (KK).

“Kami tidak tahu dengan hasil survei ini, ade-ade dapat dari mana. Karena semua itu kami berikan berdasarkan data yang ada. Agar dilakukan survei ulang kepada masyarakat dari tingkat lurah dan RT untuk lebih mengetahui data yang lebih akurat,” ujar Latuheru.

Latuheru menjelaskan, Pemkot juga ingin Ambon masuk ke tahapan new normal. Tetapi dengan masih berada dalam zona merah, kata dia, apakah masyarakat bisa selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Dan penerapan PSBB yang dilakukan, bertujuan untuk menekan angka pasien terkonfirmasi Covid-19.

Usai berikan penjelasan, Latuheru menerima tuntutan GMKI yang diserahkan secara langsung oleh Perwakilan GMKI cabang Ambon.

“Dana covid 19 ada pada pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Dan juga di desa dalam bantuan gugus tugas desa dan kelurahan. Yang bertujuan untuk melatih relawan yang berasal dari desa dan negeri, untuk bisa berikan informasi masyakarat yang terkonfirmasi covid 19 kepada pemerintah,” tutup Latuheru. (BKA-1).

Comment