by

GMNI Ambon Desak Kapolda Maluku Copot Wakapolres MBD

Ambon, BKA- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon mendesak Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar, untuk segera mencopot Wakapolres MBD, karena diduga telah melakukan perlindungan terhadap oknum bandar togel di kabupaten bertajuk “Kalwedo” itu.

“Kami menduga, Wakapolres MBD telah melindungi aktor dan Bandar Togel di Daerah MBD. Karena itu, kami mendesak Kapolda Maluku agar segera mencopot Wakapolres MBD dari jabatannya, karena telah lalai dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat Kepolisian dan telah melukai hati masyarakat di Bumi Kalwedo, dengan memelihara dan melindungi sejumlah bandar togel yg masih berkeliaran di Kota Tiakur,” tegas Sekretaris DPC GMNI Ambon, Alberthus Y.R. Pormes, Minggu (23/8).

Menurutnya, dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Bab III Pasal 13, jelas mengatur tentang tugas Pokok Kepolisian. Pada point a, menjelaskan, bahwa Kepolisian bertanggung jawab memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Selanjutnya pada Point b, Kepolisian harus menegakan hukum.

Lanjutnya, pada Pasal 16 ayat 1 huruf a, juga menyatakan bahwa Kepolisian bertugas melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan.

“Berdasarkan point-point pada undang-undang tersebut, secara tegas dan jelas sudah mengingatkan, bahwa setiap pejabat dan aparat Kepolisian harus benar-benar melaksanakan tugasnya dalam rangka memberikan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, tanpa memandang bulu. Karena itu, sekali lagi kami tegaskan, bahwa Kapolda segera mencopot Wakapolres MBD dari jabatannya sebagai bagian dari Civil Society. Kami akan kawal terus kasus ini sampai benar-benar tuntas, sehingga rakyat dapat merasakan kenyamanan dan ketenteraman,” tandasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Polres Maluku Barat Daya telah melakukan penggeledahan rumah makan Lek Day yang berada di Kota Tiakur, Ibu Kota Kabupaten MBD. Penggeledahan itu dipimpin langsung oleh Wakapolres MBD, dan telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah oknum penjudi togel tersebut. Namun sampai sekarang tidak ada kejelasan dan transparansi terhadap pengusutan kasus yang ada. Akibatnya, sampai sekarang sejumlah bandar togel masih beraktivitas seperti biasa. (LAM)

 

Comment