by

Golkar Incar Gerindra di MBD

Ambon, BKA- Tidak berhasil memperoleh rekomendasi Partai Demokrat, Odie Orno yang diusung Partai Golkar sebagai bakal calon Bupati MBD kini mengincar Partai Gerindra untu berkoalisi.

Partai Gerindra menjadi satu-satunya harapan bagi Odie Orno dan Partai Golkar untuk dapat berkompetisi di Pilkada MBD pada Desember 2020 mendatang.

Memang partai besutan Prabowo Subianto itu telah memberikan rekomendasi berupa surat tugas kepada Niko Kilikily. Namun harapan partai itu untuk berkompetisi di Pilkada MBD hanya dua pilihan, yakni, berkoalisi dengan Partai Golkar atau berkoalisi dengan bakal calon bupati petahana, Benyamin Thomas Noach.

Sebelumnya, Odie Orno dan Benyamin Thomas Noach saling berebut untuk mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat. Namun pertarungan dimenangkan oleh Benyamin Thomas Noach.

Bapilu DPP Partai Golkar dan Korwil Provinsi Maluku, Anos Yermias, menegaskan kalau partainya siap berkoalisi dengan Partai Garindra.

“Apa yang dilakukan Bupati MBD dengan memborong semua partai, hanya karena rasa takut, kalau masyarakat sudah tidak lagi percaya sama pemerintahannya saat ini. Kami tidak bicara soal menang atau kalah, tapi yang kami ingin lakukan bagaimana bisa memberikan pilihan kepada masyarakat. Masyarakat kami tidak ingin disuguhi kotak kosong, karena itu berarti ada kemunduran. Ini kan era demokrasi, jadi Golkar harus mendorong itu,” terang Yermias, kepada koran ini, Jumat(17/7).

Sebagai kabupaten yang baru, lanjutnya, masyarakat harusdiberi ruang untuk bisa memilih. Jangan serta merta menggap dirinya seorang Bupati, langsung memborong semua partai. Ini berarti ada rasa ketakutan dibenak pasangan petahana.

Menurutnya, proses pilkada melawan kotak kosong yang terjadi di Maluku Tengah (Malteng) jangan sampai terulang lagi di MBD. Jika itu terjadi, maka secara tidak langsung sudah memasung hak-hak masyarakat, karena tidak bisa menentukan pilihan mereka.

“Ini bukan soal menang atau kalah, tapi wacana kotak kosong itu berarti yang berkuasa pun ada rasa ketakutan. Dan per hari ini, saya tahu, Benyamin Noach takut kalah dan borong semua partai,” ujarnya.

Yermias mengungkapkan, untuk mendapatkan rekomendasi partai politik pada ajang Pilkada tidak gratis. Meskipun tidak disebut dibayar, namun hemat Yermias, rekomendasi yang dikantongi calon petahana itu tidak mudah didapat atau cuma-cuma.

Untuk itu, Partai Golkar akan berupaya untuk mencegah adanya Pilkada dengan kotak kosong di MBD, maka Partai Golkar saat ini sedang melakukan penjajakan kemungkinan koalisi dengan Partai Gerindra.

Terpisah Ketua Bapilu DPD Partai Garindra Maluku, Melkias Sairdekut, mengatakan, kalau DPD tidak punya kewengan untuk memutuskan adanya koalisi kedua partai di Pilkada MBD. Karena itu menjadi kewengan DPP.

Tapi Saiderkut tidak menepis, kalau kemungkinan koalisi antara Partai Golkar dan Gerindra di Pilkada MBD, bisa saja terjadi. “Saya belum tahu pasti, karena soal koalisi itu mutlak kewengan DPP. Nanti saya coba koordinasi dengan Ketua DPP, kelanjutan koalisi. Sebab sampai saat ini, rekomendasi masih ada di bung Niko Kilikily, meskipun dalam bentuk surat tugas,” pungkasnya.(RHM)

Comment