by

Gubernur: PSBB Berjalan Sesuai Harapan

Ambon, BKA- Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengatakan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon sudah berjalan sesuai harapan.

Hal itu dia sampaikan usai melakukan kunjungan di dua Posko Gugus Tugas Covid-19 yang berletak di Desa Hunuth dan kawasan Larier Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu (24/6).

“Setelah berkunjung ke dua posko ini, kita mendapatkan jawaban dan arahan-arahan yang betul-betul sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti yang dilakukan petugas Posko Covid-19 di kawasan Larier Desa Passo, yang meminta warga pelaku perjalanan yang ingin melintasi posko itu untuk kembali karena tidak mematuhi aturan PSBB, baik dari Kota Ambon maupun Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

“Contoh yang diperbatasan Ambon-Malteng di Passo. Tadi ada beberapa orang. 29 orang yang disuruh kembali lagi ke Malteng yang diantar langsung. Bahkan ada warga hasil tes cek suhu tubuhnya 38 derajat, langsung diantar petugas ke Puskesmas untuk jalani perawatan dan penanganan medis,” jelasnya.

Sementara di posko Covid-19 diDesa Hunuth, ungkap Murad, warga yang melintasi perbatasa antara Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng Ke Kota Ambon atau sebaliknya, hampir 3000 orang. Diantaranya, ada dua warga yang tidak diijinkan melintas, karena tidak mengantongi administrasi yang lengkap.

“Di Hunuth juga. Setelah dapat laporan petugas, ada 3000 sekian orang yang melakukan aktivitas keluar-masuk Ambon. Dan dua orang yang dikembalikan ke daerah asal, karena tidak punya dokumen-dokumen perjalanan,” tuturnya

Hal ini membuat dirinya merasa bersyukur, karena masyarakat Maluku telah sadar dengan penerapan PSBB di Kota Ambon.

“Saya dengan Forkopimda semua merasa bersyukur, bahwa masyarakat Maluku sudah mulai sadar, bahwa PSBB itu sangat-sangat baik untuk pencegahan Covid-19 di Maluku secara keseluruhan, khususnya di Kota Ambon, agar bisa reda,” katanya.

Orang nomor 1 di Provinsi Maluku ini juga optimistis, dengan kesadaran masyarakat seperti sekarang sehingga nanti selama dua pekan, maka tidak ada lagi perpanjangan masa pemberlakuan PSBB.

“Kalau kesadaran masyarakat seperti ini, saya yakin dua minggu kedepan tidak ada lagi perpanjangan PSBB,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment