by

Guru Akan Dilatih Maksimalkan PJJ

Ambon, BKA- Para guru akan dilatih agar dapat menggunakan media pembelajaran secara online, guna menunjang proses belajar mengajar di tahun ajaran baru mendatang, yang kemungkinan masih dilaksanakan secara jarak jauh.

Kepala SD Negeri 66 Ambon, Peggy Titahena, mengungkapkan, pelatihan tersebut dirasakan penting. Pasalnya, proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah dilakukan tiga bulan lalu, ternyata memiliki banyak kendala.

Diantaranya, keterbatsan para guru dalam penguasaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sebagai akibat dari minimnya penggunaan berbagai fasilitas tersebut selama ini.

Selain itu, para pendidik juga dihadapkan dengan kendala metode pembelajaran yang digunakan. Mereka masih mengejar ketercapaian kurikulum.

Padahal dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor.4 Tahun 2020, terang Titahena, sudah dijelaskan, bahwa sekolah tidak harus mengejar ketuntasan pembelajaran, sebab hanya akan menjadi beban bagi guru dan siswa.

“Hal inilah, yang membuat para guru harus dilatih sebelum memasuki tahun ajaran baru nanti. Karena di tengah Covid-19 ini, sangat dibutuhkan guru yang menguasai aplikasi pembelajaran daring, jika PJJ masih kembali dilakukan di tahun ajaran baru nanti,” kata Titahena, Selasa (23/6).

Untuk itu, lanjutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera melakukan pelatihan kepada para guru di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Kita rencana kan, nantinya PJJ akan berjalan secara online melalui website sekolah. Untuk itu, saat ini, kita sementara buat website-nya. Kalau sudah selesai, maka langsung dilanjutkan dengan pelatihan guru, agar mereka bisa mengakses website yang ada. Sebab proses belajar nanti, semuanya akan melalui website saja, sesuai dengan masing-masing kelas,” paparnya.

Dengan demikian, dirinya sangat berharap adanya kerjasama yang baik dari orangtua, guna kelancaran PJJ di tahun ajaran 2020/2021 medatang.

“Dengan demikian, perlunya kerjasama yang baik antara sekolah dan orangtua. Ini demi kebaikan anak-anak kita kedepan. Anak-anak harus tetap belajar. Tidak harus tuntas secara akademik. Tapi paling tidak, mereka bisa belajar sedikit, dari pada tidak sama sekali,” tandas Titahena. (LAM)

Comment