by

Guru Bejat Diganjar 6 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Salah satu guru bejat di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kaspar Janubi alias Pak Yan, diganjar majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Ambon dengan pidana penjara selama enam tahun dalam sidang yang digelar secara online, yakni majelis hakim di PN Ambon, JPU di Kantor Kejari Ambon sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya di Rutan Ambon, pada Kamis (14/5).

Didalam amar putusan majelis hakim, pria 55 Tahun ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap korban yang adalah muridnya, dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (1) Undang Undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar dendan sebesar Rp.100 juta subsider tiga bulan kurungan,” ungkap ketua majelis hakim, Christina Tetelepta, didampingi dua Hakim Anggota Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo dalam amar putusannya.

Terhadap putusan majelis hakim ini, diketahui jauh lebih ringan daripada tuntutan JPU. Jose Lopulalan yang sebelumnya mengancam terdakwa yang berprofesi selaku guru olahraga ini dengan penjara selama Sembilan tahun, denda Rp.100 juta subsider enam bulan kurungan.

Terdakwa diketahui melakukan persetubuhan sebanyak tiga kali terhadap korban. Kejadian itu bermula di rumah terdakwa di Kabupaten Maluku Tengah saat korban mengungsi di rumahnya karena gempa.

Aksi tak terpuji yang dilakukan terdakwa saat itu dua kali pada November 2019. Dimana saat itu korban sedang menulis kisi-kisi tes semester.

Terdakwa menghampiri korban dan memaksa melakukan aksi bejat itu, Setelah itu dia memberikan uang sebesar Rp.100.000 kepada korban.

Selanjutnya persitiwa kembali berulang pada 1 Desember 2019 sekitar pukul 19.30 WIT saat korban hendak mengambil air di rumah terdakwa, tak disangka terdakwa kembali melancarkan aksi bejat itu kepada korban.

Karena merasa malu korban memberanikan diri untuk melaporkan aksi bejat terdakwa kepada orang tuanya sehingga orang tuanya memilih untuk memproses sesuai hukum. (SAD)

Comment