by

Guru PAI Tolak Pengabungan Mapel Agama dan PKn

Ambon, BKA- Sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menolak penggabungan Mata Pelajaran (Mapel) Pendidikan Agama dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Sikap tegas itu disampaikan karena memang ada wacana, kalau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggabungkan kedua mata pelajaran itu menjadi satu.

“Kita tidak setuju dan menolak dengan tegas, kalau Kemendikbud gabungkan Pendidikan Agama dan PKn menjadi satu. Karena nanti mengurangi nilai-nilai agama,” ungkap guru PAI SD Muhamadiyah Ambon, Marni Wagola, Senin (22/6).

Dia mengatakan, kedua mapel ini mempunyai substansi materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, jika terpaksa akan dileburkan, maka akan sangat berdampak dalam proses penerapannya. Sehingga siswa akan kehilangan substansi dari masing-masing mapel tersebut.

“Sebab secara internal PAI, kita sudah membahasnya. Bahwa Pendidikan Agama dan PKn ini masing-masing memiliki materi yang mendalam. Jadi dengan adanya penggabungan, maka dapat mereduksi setiap mapel. Karena itu, kita sangat tidak setuju dan menolak wacana tersebut,” tegas Wakil Kepala (Wakasek) SD Muhamadiyah ini.

Menurutnya, PKn yang berisikan Pancasila itu tidak mungkin digabungkan dengan Pendidikan Agama, yang nilai-nilainya lebih menjurus kepada religius agama masing-masing.

Karena itu, dia berharap, wacana penggabungan kedua mapel ini tidak direalisasikan. Mengingat akan mengundang berbagai persoalan di waktu mendatang.

“Di Muhamadiyah missalnya. Ada banyak materi dalam Pendidikan Agama yang harus diajarakan kepada anak-anak. Yang lebih banyak materinya itu mengunakan bahasa arab. Karena itu, kalau mau leburkan, kita tidak setuju. Sebab, kita guru yang lebih tahu prosesnya seperti apa,” tandas Wagola. (LAM)

Comment