by

Gustu Perketat Pemeriksaan di Perbatasan

Ambon, BKA- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon mulai memperketat pemeriksaan di posko perbatasan darat, antrara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang terletak di kawasan Larier, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Rabu (24/6).

Semua kendaraan maupun masyarakat yang melintasi posko tersebut, baik yang menuju maupun keluar Kota Ambon, diperiksa dengan ketat. Tanpa terkecuali.

Bila ada penumpang atau masyarakat yang tidak mematuhi aturan pemberlakuan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB), misalnya, tidak mengantongi surat sehat dari puskesmas maupun tujuan perjalanan, atau tidak memakai masker dalam melakukan perjalan, maka dilarang melintas, baik menuju Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah.

Petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 di kawasan Larier, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, melakukan pemeriksaan terhadap Pelaku Perjalanan yang akan melintas ke Kota Ambon, Rabu (24/6).

Pasca pemberlakuan PSBB sejak 22 Juni lalu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, telah mewarning masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya, kalau pemberlakuan PSBB akan diperketat pada 22 Juni. Sehingga dua hari sebelumnya, 22 dan 23 Juni, masih pada tahap sosialisasi.

Pernyataan itu mulai dibuktikan dengan perketatan pemeriksaan yang dilakuikan petugas Posko Covid-19 di kawasan perbatasan Kota Ambon.

Pantauan BeritaKota Ambon di Posko Covid-19 di kawasan Larier itu, petugas gabungan Pol-PP, Dinas Perhubungan, BNPB, Dinas Kesehatan dan TNI-Polri, tidak mengijinkan orang keluar-masuk Kota Ambon tanpa memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam penerapan PSBB.

Bahkan semangat penegakan aturan itu terhadap masyarakat terus dilakukan, walau ditengah guyuran hujan. Pemeriksaan terhadap Pelaku Perjalanan (PP) tetap dilakukan dengan ketat.

Di waktu istirahat makan siang, para petugas itu memberlakukan sift, agar amanah yang diberikan kepada mereka tetap terlaksana dengan baik.

Memang dari sisi penegakkan aturan, ada hal yang mesti dikorbankan. Seperti, rasa iba.

Terlihat seorang ibu asal Malteng yang ingin ke Ambon, sempat menangis karena ditahan akibat tidak mengantongi dokumen perjalanan yang diwajibkan untuk masuk kawasan PSBB. Ada juga seorang anak yang disuruh balik, karena tidak memakai masker, padahal dokumen atau administrasinya lengkap. Semua itu dilakukan demi penegakkan aturan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BNPB Kota Ambon, David, yang bertugas di Posko Ciovid-19 itu, mengungkapkan, pada pemeriksaan itu, sekitar 28 masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalan yang lengkap.

“Dari pagi sampai siang ini, kurang lebih 28 pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Baik itu dari Kota Ambon maupun Malteng,” katanya.

Ditambahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette, bahwa tidak ada toleransi bagi masyarakat yang tidak memiliki administrasi lengkap, untuk melintasi perbatasan.

“Kan hari pertama dan kedua bersifat himbauan. Tapi kalau hari ketiga (hari ini), sudah tidak bersifat himbauan lagi, tetapi menuju ke penindakan,” tuturnya.

Sekitar pukul 15.40 WIT, Gubernur Maluku, Murad Ismail, Walikota Ambon, Ricard Louhanapessy, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar, serta forum Koordinator Kepala Daerah (Forkopimda), melakukan kunjungan ke posko tersebut. (BKA-1)

Comment