by

Hakim Vonis Ringan Terdakwa Narkoba

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis ringan terdakwa Bertho Tahapary dengan enam tahun enam bulan (6,6),pidana penjara dalam persidangan yang diketuai majelis hakim Christina Tetelepta dibantu Lucky. R Kalalo dan Hamja Kailulu selaku hakim anggota, pada sidang online, Kamis (25/6).

Putusan ini terbilang ringan sebab amar tuntutan JPU Kejari Ambon menyebut, pria 46 tahun, Warga Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini diancam dengan pidana penjara selama 13 Tahun, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan, serta membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Di dalam amar putusan majelis hakim, selain enam tahun enam bulan penjara, terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ,” ungkap ketua majelis hakim dalam persidangan yang juga di hadiri penasehat hukum terdakwa Robert Lesnusa.

Di dalam amar putusan, majelis hakim menjelaskan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi 2 November 2019 kemarin di Hotel Sea, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Saat itu, petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi kalau terdakwa sering bertransaksi narkotika di dalam Hotel tersebut.

Mengantongi identitas terdakwa, petugas yang dipimpin Kurnadi H. Ombi bersama 6 orang rekannya mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan terhadap diri terdakwa.

Tak menunggu lama, setelah melihat terdakwa di TKP, petugas kemudian menggerebek dia dan menanyakan narkotika yang dimiliki terdakwa.

Dihadapan petugas terdakwa mengaku benar memiliki narkotika jenis ganja yang sedang disimpan dibagian reseptionis.

Saat diinterogasi lanjut, terdakwa mengakui mendapat ganja tersebut melalui jalur JNT. Setelah itu terdakwa dan barang bukti dua paket ganja tersebut dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Maluku untuk diproses hukum.

Terhadap putusan majelis hakim, terdakwa menyatakan menerima, sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir. (SAD)

Comment