by

Hanya Sehari, Jumlah Positif Covid Bertambah 12 Kasus

Salah Satunya Bayi 6 Bulan

Ambon, BKA- Jumlah masyarakat Maluku yang terpapar virus corona atau Covid-19 terus bertambah. Bahkan penambahan pada dua hari terakhir ini, tidak tanggung-tanggung.

Pada 11 Mei, Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Maluku mengkonrfimasi, kalau jumlah kasus positif Covid-19 di Maluku sebanyak 36 orang.

Jumlah itu terus meningkat pada 12 Mei, menjadi 50 orang kasus. Karena ada penambahan 10 kasus.

Namun hanya berselang sehari kemudian, 13 Mei, kemarin, jumlah itu kembali bertambah menjadi 62 kasus, karena terjadi penambahan 12 kasus.

Mirisnya, kasus Covid-19 di Maluku tidak hanya menyasar orang dewasa dan lanjut usia, tapi juga sudah menyasar bayi berusia 6 bulan.

Kepala Biro Humas Pemerintahan Daerah Maluku, Melkias M. Lohy, mengungkapkan, bayi enam bulan tersebut tercatat sebagai pasien kasus 53, yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Tk II dr.J.A.Latumeten Ambon.

“Yang saya sampaikan perkembangan, berdasarkan amanah yang disampaikan ini, dan saya sampaikan kepada sudara-sudara (media),” ungkap Melkias, Rabu (13/5).

Namun terkait kondisi bayi terinifeksi Covid-19 itu, Melkias, belum tahu pasti, apakah kondisinya dalam keadaan baik atau tidak?

“Yang terpenting, kita menginformasikan bahwa yang bersangkutan adalah positif. Bayi yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit Latumeten. Kondisi bayi itu sampai dengan hari ini belum terkonfirmasi. Secara teknis, akan kita informasikan kemudian, karena ini yang saya bisa sampaikan,” katanya.

Selain itu, untuk penambahan pasien positif Covid-19 di Maluku sebanyak 12 kasus. Sehingga terdapat 62 kasus positif yang telah terkonfirmasi.

Dari jumlah 62 kasus positf Covid-19 itu, lanjutnya, 17 kasus diantaranya sudah dinyatakan sembuh atau negatif sesuai dua kali hasil swab terakhir. Sedangkan empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sehingga, lanjutnya, positif Covid-19 yang tengah dirawat saat ini sebanyak 41 orang. “Harapan kita adalah bagaimana teman-teman (media) menyampaikan informasi dan kemudian tanggung jawab pemerintah. Dan bagaimana kita semua melakukan edukasi-edukasi, karena penyebaran ini sudah tidak lagi penyebaran karena pelaku perjalanan, tapi ini penyebarannya di tingkat lokal,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment