by

Harga Bawang Merah Naik

Ambon, BKA- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, harga bawang merah yang di jual para pedagang di pasar Mardika, Ambon merangkak naik. Harga sebelumnya Rp 46.000 per kilogram, kini naik di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogramnya.

Ijah, salah satu pedagang yang ada di Pasar Mardika, saat ditemui mengatakan, harga bawang merah saat ini telah merangkak naik. Dan itu merupakan hal biasa yang selalu terjadi di kota Ambon jelang hari-hari besar keagamaan.

“Bawang merah ini lagi naik sekarang, biasa itu kita jual dengan harga 46 ribu sekarang sudah Rp 55 ribu per kilonya,” terang Ijah, di Pasar Mardika, Minggu (17/5).

Menurutnya, kenaikan harga bawang saat ini tidak merata di sejumlah pasar tradisional yang ada. Pasalnya, ada bawang merah yang juga dijual dengan harga Rp 50 ribu dan Rp 55 ribu karena ada yang kualitasnya bagus dan biasa saja.

“Jadi memang bawang merah itu ada yang bagus ada yang tidak. Kan ada yang kecil lalu ada yang berair itu. Tapi biasanya orang suka itu yang besar,” jawabnya.

Meski demikian, untuk penjualan bawang merah sendiri tetap laku. Karena masyarakat tetap membutuhkan untuk pelengkap masakan. “Orang tetap beli bawang merah biar harga naik. Kalau mereka tidak beli lalu mau masak dengan apa,” tutur dia.

Bawang merah, akuinya, yang dijual saat ini berasal dari pulau Jawa sehingga kualitasnya bagus dan disukai oleh masyarakat. Sementara untuk harga bawang putih, masih bertahan dengan harga Rp 34 ribu. Dan untuk cabai merah saat ini, dijual dengan harga Rp 25 ribu per kilogramnya.

Ia mengatakan, untuk cabai sendiri memang stok yang ada pada agen masih banyak, sehingga penjualan juga semakin meringankan masyarakat.
“Kalau cabai ini 25 ribu per kilogram, biasa diambil dari seram dan stok sekarang ada banyak,” tutup Ijah.

Sementara itu, Maryani, salah satu pembeli yang ditemui berharap, agar ada pengawasan harga bahan pokok yang dilakukan oleh Disperindag Kota Ambon. Sehingga seluruh harga dapat terkontrol dan tidak mengalami kenaikan signifikan jelang lebaran Idul Fitri.

“Sebagai pembeli katong (kita) cuma harap pemerintah awasi harga bahan pokok di pasar, termasuk bawang dan cabai. Memang meski naik pasti kita beli karena butuh. Tetapi harus ada pengawasan, takutnya sengaja dinaikan pedagang,” harapnya. (DHT)

Comment