by

Hari Ini Ketua Saniri Latuhalat Dipolisikan

Ambon, BKA- Direncanakan hari ini, Senin (4/5), Thomas Wattimury yang bertindak sebagai kuasa hukum dari Klara Lusikooy istri dari Dominggus Saija tersangka kasus RMS, melaporkan ketua Saniri Negeri Latuhalat, Anthon Lekatompessy ke kantor Dit Reskrimsus Polda Maluku.

Ketua Saniri Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu dilaporkan terkait melakukan pembohongan publik dengan mengeluarkan statemen di salah satu media Online Maluku, yang menyebut Klara Lusikooy turut bersama-sama mengetahui aksi terlarang yang dilakukan suaminya terkait menaikan bendera RMS.

“Besok kita langsung sampaikan laporan resmi dikantor Ditreskrimsus Polda Maluku, hal ini dilakukan untuk kita mau membuktikan apakah yang disampaikan ketua saniri negeri itu benar ataukah tidak,” ungkapWattimury kepada Berita Kota Ambon, Minggu (3/5).

Wattimury mengaku, saat ini dirinya sudah menyiapkan bukti-bukti terkait laporan yang nanti dimasukan ke kantor Polisi di Markas Mangga Dua itu.
“Saya saat ini sudah kantongi bukti-bukti yang disampaikan ketua Saniri, dan ini sudah lengkap, tinggal saja kita lapor saja,” tuturnya.

Untuk itulah, tambah dia, dengan dimasukan laporan ini, semoga terlapor bersikap kooperatif dalam penyelidikan kasus ini, sebab ini menyangkut nama baik kliennya. “Semoga saja terlapor bersikap kooperatif dalam kasus ini,” tandasnya.

Sebelumya diberitakan koran ini, Ketua Saniri Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Anthon Lekatompesy bakal dipolisikan kuasa hukum Klara Lusikooy istri dari Dominggus Saija selaku tersangka kasus RMS yang ditangkap di Negeri Latuhalat oleh anggota Polsek Nusaniwe pada 25 April 2020 kemarin.

Thomas Wattimury , kuasa hukum dari Klara Lusikoy kepada Berita Kota Ambon mengungkapkan, Ketua Saniri Negeri Latuhalat, Anthon Lekatompesy akan dilaporkan ke kantor Dit Reskrimsus Polda Maluku karena diduga telah melakukan pembohongan publik dengan mengeluarkan statemen di salah satu media Online Maluku, kalau kliennya (Klara Lusikooy) turut bersama-sama mengetahui aksi terlarang yang dilakukan suaminya terkait menaikan bendera RMS.

Kata Wattimury, pernyataan dari Ketua Saniri Negeri itu, harus dibuktikan dengan fakta dan data. Sehingga dirinya memilih akan memproses yang bersangkutan ke ranah hukum.”Kita akan minta ketua Saniri Negeri membuktikan apa yang sudah disampaikan ke media saat ini.

Sebab dari pernyataan yang disampaikan itu, sangat menyudutkan klien saya,” jelas Watimury di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (1/5).

Pengacara Kondang itu melanjutkan, selain menuduh mengetahui hal tersebut, ketua Saniri Negeri juga menyampaikan kalau Klara bersama suaminya itu sebelum menaikan bendera RMS, keduanya menggelar ridwal adat terlebih dahulu.

“Bukan hanya itu, dia juga menyampaikan kalau Warga Latuhalat akan mengeluarkan mereka dari tempat tinggalnya di Latuhalat karena bukan orang asli dari Latuhalat. Makanya hal ini kita mau buktikan. kita akan polisikan dia,” tutur Wattimury.

Hal ini diadukan ke polisi karena, tambah Watimury, sesuai pengakuan Klara Lusikooy , dirinya tidak pernah mengetahui langkah atau aksi yang dilakukan suaminya itu. Sebab dirinya berprofesi sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah di Kota Ambon.

Sehingga apa yang dilakukan suaminya itu sama sekali tidak diketahui istrinya. Kemudian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dalam waktu dekat, Ketua Saniri akan dilaporkan secara resmi di Dit Reskrimsus Polda Maluku.

“Klien saya itu PNS. tidak mungkin dia mau lakukan hal seperti itu. Jadi memang sekali lagi apa yang disampaikan ketua Saniri Negeri itu sangat mencoreng nama baik secara pribadi dan keluarganya,” tandas Wattimury. (SAD)

Comment