by

Heintje Abraham Toisuta Digiring ke Lapas Ambon

Ambon, BKA- Heintje Abraham Toisuta resmi dimasukan ke Lapas Kelas IIA Ambon setelah, ditangkap di Jakarta oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung bekerjasama dengan Tabur Kejati Maluku. Heintje Abraham Toisuta digiring dari Jakarta menggunakan pesawat terbang, sekira pukul 08.00 wit, Kamis 17 September 2020.

Hentje adalah koruptor kasus korupsi dan TPPU Bank Maluku dan Maluku Utara yang di vonis 12 tahun penjara oleh Mahkmah Agung (MA) RI. Setelah vonis kasasi itu, Hentje menjadi buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selama 3 tahun, sejak 2017 dan berhasil di tangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung bekerjsama dengan Tabur Kejati Maluku di Jakarta pusat, Selasa 15 September 2020.

“Jadi di pimpin Asisten Intelejen, kami sudah membawa terpidana Hentje Toisuta dari Jakarta. Terpidana dalam perkara korupsi dan TPPU dan sejak putusan MA itu, masuk dalam DPO,” ungkap Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega kepada wartawan didepan Kantor Kejati Maluku, Kamis (17/9).

Kajati berujar, upaya hukum Hentje telah selesai dilakukan. Sehingga, tibahnya terpidana di Ambon pasca ditangkap langsung dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Ambon, oleh tim eksekutor dari Kejari Ambon sesuai putusan MA.

Dari kasus pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya tahun 2014 itu, terdapat tiga tersangka termasuk Hentje yang semuanya sudah di vonis bersalah. Mereka adalah, Mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy, dan Petro Ridolf Tentua mantan Pejabat Bank Maluku.

“Dalam perkara pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya ini, ketiga tersangka ini satu telah dieksekusi Idris Rolobessy, hari ini Hentje, kemudian petro yang belum. Putusan Petro, MA sudah putusan, tapi kita belum terima. Kita menunggu putusan MA lewat PN.

Jadi kita menunggu putusan ditangan kita baru kita eksekusi,” jelas Kajati.

Untuk kerugian negara sebagaimana yang dibebankan ke Hentje sebesar Rp. 7,2 miliar belum di kembalikan. “Kerugian negara Hentje belum dikembalikan. Kami akan berusaha untuk mengembalikan uang pengganti. Asetnya nanti kita lihat.
Kalau memang tidak cukup kita akan berusaha untuk menggantikannya,” tutup Kajati.

Seperti diketahui, tim Tabut menangkap terpidana korupsi tersebut pada hari ini pukul 19.20 WIB di kediamannya di Keramat Sentiong, Jakarta Pusat. Heintje awalnya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 2282 K/Pid.Sus/2017 tertanggal 21 November 2017. (SAD)

Comment