by

IAKN Siapkan Sistem Berbasis Online

Pandemi viru corona atau Covid-19 memacu Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon untuk menyiapkan konsep menuju sistem berbasis online.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAKN Ambon, Dr. Yance Z. Rumahuru, mengatakan, pengembangan sistem berbasis online tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi, jika penyebaran virus corona masih terjadi di tahun akademik 2020/2021.

Antisipasi itu dilakukan, katanya, karena tidak bisa dipungkiri kalau pandemi global itu turut berpengaruh bagi berbagai aktivitas di perguruan tinggi.

Bahkan, katanya, salah satu indikasi yang menarik minat calon mahasiswa untuk memilih suatu perguruan tinggi sebagai tujuan di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu, kesiapan perguruan tinggi itu untuk melaksanakan berbagai aktivitas kampus di tengah wabah tersebut.

“Memang kita berharap, kondisi ini bisa normal. Tapi, kalau seandainya tidak ada perubahan, maka sudah tentu kampus harus berupaya untuk mencari jalan keluar. Karena itu, kita sedang mengupayakan agar semua konsep, baik itu pembelajarannya maupun administrsinya, dilakukan lewat online,” ujar Rumahuru, di ruang kerjanya, Senin (6/7).

Penyiapan konsep administrasi berbasis onlinen tersebut, terangnya, untuk sementara lebih difokuskan untuk membantu seluruh mahasiswa dan calon mahasiswa, baik yang berada di Kota Ambon maupun di luar Kota Ambon, dalam melakukan aktivitas kampus.

Karena di masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa maupun calon mahasiswa tidak bisa dipaksanakan untuk datang ke kampus dalam melakukan berbagai aktivitas. Baik dalam melakukan pendaftaran maupun melakukan aktivitas perkualiahan. Sehingga semuanya harus dilakukan secara online.

“Kan tidak mungkin kita mau mengakomodir mereka dengan kondisi ini. Perlu kebijakan yang bisa membantu. Dengan cara, kita siapkan sistem secara online. Memang proses penerimaan mahasiswa baru dan proses tesnya itu, dilakukan secara online. Tinggal kesiapan sistem untuk proses perkulihan nanti, jika pada bulan September virus ini masih ada,” tuturnya.

Rumahuru mengatakan, semua kebijakan yang diambil tersebut untuk memudahkan mahasiswa dalam proses perkuliahan nanti.

Memang dia mengaku, diberbagai daerah masih terkendala akses internet. Namun diharapkan, itu tidak menjadi persoalan, sepanjang mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan di PT.

“Memang itu yang menjadi masalah, bahwa ketersediaan akses internet yang sulit di daerah. Kan kalau proses berjalan secara online, pastinya mahasiswa harus membutuhkan akses internet. Tapi kita sangat barharap, jangan sampai orangtua atau keluarga menganggap keadaan ini, jadi jangan lanjut kuliah. Kampus-kampus tetap punya kebijakan untuk kuliah online. Karena itu, mulai dari sekarang ini, kita mulai siapkan sistem kita, agar dapat membantu. Dan tentu diharapkan bisa berjalan lancar,” harap Rumahuru. (LAM).

Comment