by

Ibadah Diperbolehkan di Rumah Ibadah

Ambon, BKA- Kerinduan masyarakat untuk beribadah di rumah ibadah masing-masing, telah diperbolehkan setelah Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi menerbitkan surat edaran. Namun prosesnya bakal berbeda di tengah pandemi Covid-19.

Surat edaran Menag tersebut menjelaskan, tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi.

Yakni mengacu pada Sembilan poin ketentuan diantaranya, jemaah harus dalam kondisi sehat, jemaah menyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki surat keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang, Jemaah menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.

Kemudian, setiap jemaah menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, jemaah menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan, jemaah menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter, menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah.

Selain untuk kepentingan ibadah yang wajib, khusus untuk anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19 dilarang ke rumah ibadah. Terakhir, jemaah ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan pada rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Plt Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis menegaskan, memasuki kondisi new normal, Menag telah mengeluarkan ederan terkait dengan pelaksanaan ibadah pada rumah ibadah masing-masing dapat dilaksanakan dengan tetap mengacu pada protap Covid-19.

“Intinya adalah sudah ada anjuran, dibolehkan umat untuk melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menjaga protokol Covid-19,” pesan Jamaludin, saat dikonfirmasi koran ini, Selasa (2/6).

Disebutkan, atas dasar edaran dari Menag, pihaknya secara internal akan melakukan rapat untuk menindaklanjuti instruksi lewat edaran tersebut. Selanjutnya, akan kembali mengundang para tokoh agama dari lima golongan agama, agar menyampaikan hal tersebut dengan harapan akan ditindaklanjuti pada kalangan umat masing-masing.

“Ini yang akan menjadi agenda penting kami untuk membicarakan dan merumuskan, seperti apa upaya sosialisasi yang akan dilakukan terhadap ederan Menag tersebut,” jelasnya.

Mengutip pesan menag, Jamalaudin mengatakan, surat edaran tersebut diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama kembali beribadah di rumah ibadah masing-masing. Dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Terutama, dalam rangka pencegahan persebaran covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya. Dalam aderan tersebut, mencakup panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah atau kolektif.

Namun beribadah di rumah ibadah akan terasa berbeda di tengah pandemi covid-19. Pasalnya rumah ibadah harus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Pemerintah. (RHM)

Comment