by

Imanuel Kembali ke Orang Tua Kandung

Ambon, BKA- Imanuel Jordan Wonlele, (8 bulan), akhirnya diserahkan Bripka Arthur von Bulouw ke pangkuan orangtuanya Jefry Wonlele dan Sherly Tentua.

Penyerahan kembali bayi yang diambil oknum polisi Polsek Nusaniwe itu difasilitasi Kepala Seksi Propam Mapolresta Ambon Ipda Yabez Payung dan anggotanya dengan disaksikan keluarga Arthur von Bulouw, kuasa hukum Pasutri Wonlele dan Thenu masing-masing Rony Samloy dan Jeanly Lopulalan dan sejumlah personel seksi Propam Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Penyerahan kembali bayi Imanuel Jordan Wonlele berlangsung dalam mediasi yang berjalan tegang dan dramatis selama lebih kurang 5 jam mulai pukul 12.00 hingga pukul 17.00 WIT pada Selasa, (5/5) kemarin.

Sebelum proses penyerahan kembali bayi Imanuel, Arthur membuat dan menandatangani surat pernyataan di atas materai 6 ribu yang pada prinsipnya dia menyerahkan kembali bayi Imanuel kepada kedua orangtua kandungnya.

Oleh Kasi Propam Mapolresta Arthur dimintakan membacakan surat penyerahan yang dia tulis sendiri tanpa paksaan pihak manapun.

Sebelum itu istri Arthur van Bulouw, Lala Lopulalan von Bulouw meminta ganti rugi biaya rawat, susu formula, pempers dan rasa lelah selama lebih kurang dua pekan menjaga Imanuel Jordan dengan kasih sayang.”Kamu harus ganti uang saya Rp 6 juta baru bisa ambil anak ini,” bentak istri Arthur von Bulouw seraya mengacungkan jari telunjuk ke Sherly Tentua, ibunda sang bayi.

Tapi permintaan istri Arthur von Bulouw dan keluarga von Bulouw ditampik Kasi Propam Mapolresta.
“Ibu jangankan Rp 6 juta, mungkin Rp 500 ribu juga tidak ada di kedua orangtua bayi ini. Saya tidak bahas itu sebab saya hanya diperintahkan pak Kapolres untuk memediasi proses pengembalian anak ini ke kedua orangtuanya. Nanti setelah itu mau adopsi ya kedua belah pihak urus di pengadilan.

Prinsipnya proses pengembalian anak itu harus dilakukan karena kata pak Kapolres yang namanya anggota Polisi tidak boleh melakukan proses memiliki anak orang tanpa melalui prosedur hukum yang benar,” jelas Kasi Propam.

Saat itu kedua orangtua balita 8 bulan sudah merelakan anak laki-laki mereka itu diasuh dan kemudian diadopsi Arthur van Bulouw dan keluarga Arthur namun ditolak istri Arthur van Bulouw.

“Saya tidak ingin lagi jaga anak ini,” ancam istri Arthur van Bulouw kepada suaminya.

Arthur dan orangtuanya menitikkan air mata seakan tak rela melepaskan Imanuel Jordan yang telah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri melebihi kasih sayang kedua orangtua kandung balita tersebut.
“Saya meminta anak ini dari ibunya karena waktu itu ibu anak ini bilang mau serahkan ke orang karena ibunya tak punya biaya untuk jaga anak ini.

Setelah diserahkan saya lalu berdoa dan kasih makan serta berikan susu formula ke anak ini. Saat itu kalau terlambat dipelihara, mungkin anak ini sudah bernasib buruk karena tidak dikasih makan orangtuanya. Saya sudah menyatu dengan anak ini seperti anak saya sendiri karena saya belum punya anak setelah menikah. Tadi sebelum ke sini juga kita berdoa dengan pendeta,” ucap Arthur von Bulouw dengan mata yang berkaca-kaca.

Proses penyerahan bayi Imanuel Jordan Wonlele berlangsung dengan baik sekalipun sempat terjadi luapan emosi istri dan keluarga Arthur von Bulouw untuk melaporkan ibunda Imanuel, Sherly Tentua, atas dugaan kasus pencemaran nama baik, perdagangan anak dan pemerasan.

“Kalau soal masalah baru setelah ini bukan urusan saya. Yang penting tugas saya selesai,” tandas Kasi Propam Mapolresta.(SAD)

Comment