by

Ina Parenting MBD Himbau Masyarakat Konsumsi Makanan Lokal

Ambon, BKA- Ina Parenting Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Relly Noach, menghimbau masyarakat agar kembali mengkonsumsi makanan lokal, sebagai salah satu upaya memerangi angka stunting di kabupaten tersebut.

Menurut Noach, secara umum, stunting disebabkan oleh kekurangan asupan gizi yang diterima oleh anak sejak dalam kandungan dan pada masa awal kelahiran anak. Hal itu menyebabkan anak mengalami keterbatasan akses makanan dari sisi jumlah, karena tidak bervariasi sehingga mengakibatkan anak kekurangan gizi.

“Kabupaten MBD kaya akan makanan bergizi di laut maupun di darat. Potensi ikan yang berlimpah, tanaman kelor yang berlimpah, yang sekarang diakui dunia kalau banyak manfaatnya. Kita kaya akan kacang-kacangan, umbi-umbian yang mempunyai kandungan protein yang tinggi. Tapi herannya, anak-anak lebih banyak mengkonsumsi mie instan. Karena itu, saya menghimbau kita semua untuk manfaatkan makanan lokal kita, demi kesehatan anak-anak kita di waktu yang akan datang. Kita sudah harus perbaiki pola asuh dengan membiasakan anak mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dari kecil, memberikan perhatian penuh pada perkembangan anak,” himbau Noach, saat menghadiri kegiatan mobilisasi masa di Dusun Romleher Utara, Desa Wonreli, Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, MBD, Senin (31/8).

Stunting merupakan suatu kondisi, dimana tinggi badan anak tidak sebanding dengan tinggi badan orang anak lain pada umumnya atau anak seusianya.

Karena itu, sebagai upaya penurunan angka stunting di Maluku, katanya, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, bersama seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Maluku, telah menandatangani komitmen untuk bersama-sama mengurangi angka stunting di Maluku.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh stakeholder untuk bergerak, guru di sekolah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh gereja, TNI dan Polri, untuk bersinergi bersama membangun kolaborasi untuk mencegah stunting secara dini, guna menurunkan angka stunting di kabupaten bertajuk Kalwedo itu.

”Ini bukan tanggung jawab saya saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama seluruh pemangku kepentingan di MBD, untuk bergerak bersama-sama menurunkan angka stunting demi generasi mendatang yang lebih baik, lewat pemanfaatan kearifan lokal, yakni, makan makanan lokal yang mengandung protein yang tinggi, zat gizi dan vitamin yang esensial. Jika itu kita lakukan, saya pastikan, kita akan sukses memerangi stunting demi kehidupan anak cucu kita yang lebih baik. Karena itu, mulailah dari keluarga kita masing-masing dan tularkanlah dilingkungan sekitar kita secara sungguh-sungguh, demi melakukan perubahan. Mari “katong potong pele” stunting di Bumi Kalwedo untuk masa depan MBD yang lebih sejahtera,” pugkas Ketua TP PKK MBD ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota TP PKK Kabupaten MBD, Forkopimcam Pulau Kisar, Pimpinan OPD terkait, Ketua TP PKK PP Terselatan bersama anggota, Ketua TP Kisar Utara bersama anggota, Kepala Puskesmas, Ketua Klasis Pulau Kisar, Kepala Dusun Romleher, serta peserta kegiatan.(LAM)

Comment