by

Jaksa Agendakan Pemeriksaan Feri Tanaya

Ambon, BKA- Tim penyidik Kejati Maluku mulai mengagendakan pemeriksaan terhadap Fery Tanaya selaku tersangka dalam kasus dugaan tipikor pembangunan tanah dan pembangunan kantor PLTMG Namlea.

Selain Feri Tanaya selaku penjual tanah, agenda pemeriksaan juga dilakukan terhadap tersangka AGL dari unsur BPN.

“Agenda jaksa pekan ini, kemungkinan pemeriksaan dua tersangka itu. Sebab beberapa pekan kemarin, sudah diperiksa saksi-saksi,” ungkap sumber jaksa yang menolak namanya dikorankan, kepada Beritakota Ambon, Minggu (12/7).

Menurut dia, pemeriksaan terhadap dua tersangka itu sangat penting, untuk merampungkan berkas perkara itu. “Pemeriksaan tersangka penting sekali, karena sejak penetapan, keduanya belum juga dipanggil jaksa untuk menjadi saksi dalam kasus ini,” jelas sumber itu lagi.

Maka dari itu, tambah dia, pemeriksaan Fery Tanaya dan AGL merupakan bagian terpenting dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PLTMG ini.

“Nanti kalau periksa kedua tersangka, maka berkas keduanya sudah dipastikan dalam waktu dekat dilakukan tahap I ke Penuntut Umum Kejati Maluku,” tandasnya.

Terpisah Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi, mengaku, belum sempat menerima informasi tersebut. Dirinya hanya merinci agenda pemeriksaan perkara yang menelan uang negara senilai Rp 6 miliar lebih ini.

Menurutnya, agenda penyidik saat ini untuk kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea, pemeriksaan saksi-saksi masih berjalan. Selain itu, pemeriksaan ahli. Terakhir, pemeriksaan tersangka.

“Jadi rentetan pemeriksaan kira-kira seperti itu. Tapi kalau agenda penyidik, mungkin lain. Saya belum cek kepastiannya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakana, tim penyidik Kejari Buru telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, masing KW, eks Camat Namlea dan YS pegawai BPN Kabupaten Buru.

Pemeriksaan terhadap dua saksi tersebut dalam perkara dugaan korupsi PLTMG Namlea, yang kini diusut Kejati Maluku bersama Kejari Namlea.

Untuk kasus tersebut, Kejati Maluku telah menggelar ekspos perkara dengan menetapkan dua tersangka, masing-masing, Fery Tanaya alias FT (59) berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/ 2020,08 Mei 2020, serta tersangka AGL (46) yang merupakan PNS BPN Maluku berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor :B-750/Q.1/Fd.1/05/ 2020, tanggal 08 Mei 2020.

Keduanya disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang. No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG itu berada tepat di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Dalam proses jual beli lahan itu, diduga tidak melibatkan Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat, Notaris dan Pemerintah Kabupaten Buru. Serta diduga murni salah bayar atau total loss.(SAD).

Comment