by

Jaksa Ancam William 11 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku, Ahmad Attamimi menuntut William Fred Ferdinandus, terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang kas BNI Cabang Utama Ambon dengan penjara selama sebelas tahun.

“Meminta kepada majelis hakim suapaya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama sebelas tahun dipotong masa tahanan yang dijalani,” kata JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (15/9).

Terdakwa yang adalah Teller bank itu dituntut bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara pada Saldo Kas Bank BNI mencapai Rp.58 miliar lebih, sedangkan yang meringankan terdakwa berlaku sopan di persidangan.

Menurut JPU, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan Jaksa membayar uang denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, JPU meminta agar terdakwa juga membayar uang pengganti sebesar Rp. 20 juta.
Sidang itu dilakukan secara online melalui sarana video conference. Majelis hakim, jaksa dan penasehat hukum terdakwa bersidang di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon. Sedangkan terdakwa berada di Rutan Kelas II A Ambon.

Majelis hakim diketuai Pasti Tarigan, didampingi Bernhard Panjaitan dan Jefry S Sinaga selaku hakim anggota. Sedangkan penasehat hukum terdakwa adalah Markus Manuhutu.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa. (SAD)

Comment