by

Jaksa Eksekusi DPO Terpidana Ketenagakerjaaan

Ambon, BKA- Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Ambon, Aizit Latuconsina, mengeksekusi tiga terpidana kasus tindak pidana ketenagakerjaan, yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tiga terpidana itu, yakni, Hengky (41) selaku Direktur PT Jaring Mas, Tri Harso Wahyudi (41) selaku karyawan swasta dan Anie Aryani Handayani (51) selaku wiraswasta.

Ketiganya dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI, yang memvonis ketiganya dengan hukuman satu tahun penjara, denda sebesar Rp 100 juta atau subsider pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

Ketiganya divonis melanggar pasal 185 Ayat (1) Juncto pasal 42 ayat (1) UU nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan juncto pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada wartawan, Senin (20/7), mengungkapkan, ketiga terpidana yang masuk dalam DPO sebelum dieksekusi, mereka diamankan aparat intelejen.

Terpidana Anie Aryani Handayani, dieksekusi Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta (Lapas Pondok Bumbu) pada 18 Juli 2020. Sedangkan Terpidana Hengky dan Tri Harso Wahyudi dieksekusi di Lapas Kelas IA Cipinang.

“Ketiganya dieksekusi berdasarkan putusan MA Nomor: 2130K/Pid.Sus/2019 Tanggal 12 September 2019 untuk terpidana Hengky, putusan MA Nomor : 2128K/Pid.Sus/2019 Tanggal 12 September 2019 untuk terpidana Tri Harso Wahyudi, dan putusan Nomor : 2392K/Pid.Sus/2019 Tanggal 12 September 2019 untuk terpidana Anie Aryani Handayani,” ungkap Sapulette.

Jaksa dengan dua bunga melati di pundak itu melanjutkan, tindak pidana yang dilakukan ketiga terpidana terjadi awalnya, ketika mereka mempekerjakan tenaga kerja asing di kapal ikan, tanpa mengantongi surat ijin resmi pada 2019 lalu.

“Perkara ini, di Pengadilan Negeri Ambon divonis bebas. Kemudian jaksa kasasi. Akhirnya MA putus bersalah satu tahun. Dan dari dasar putusan MA inilah, jaksa melakukan eksekusi,” tandas Sapulette.(SAD).

Comment