by

Jaksa Garap Saksi di Korupsi Irigasi Sariputih

Ambon, BKA- Hari ini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) mengangendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku, untuk melengkapi berkas yang diminta BPKP Perwakilan Maluku-Malut bagi kepentingan audit perkara dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

“Jadi besok (hari ini-red), kita akan periksa saksi dari bagian Sumber Daya Air di Dinas PU Maluku. Hal ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang dimintakan auditor,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon, melalui selulernya, Rabu (3/6).

Memang agenda pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi Irigasi Sariputih itu sedikit terhambat dengan adanya wabah virus corona, yang melanda masyarakat Maluku.

“Kan ada virus, jadi memang kita sedikit terlambat. Bukan hanya korupsi Irigasi Saripurih, namun kebanyakan kasus yang saat ini ditangani di Kejari Malteng, semua begitu,” terang Asmin.

Meski begitu, dirinya tetap optimis jika kasus-kasus yang ditangani di Kejari Malteng saat ini akan tetap tuntas. “Pokonya kita tetap optimis, walaupun ditengah wabah ini. Prinsipnya, perlahan-lahan asalkan pengusutannya berjalan,” terangnya.

Untuk diketahui, penyidik Kejari Malteng saat melakukan pengusutan kasus tersebut, menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.

Masing-masing, Meggy Samson yang merupakan mantan Kabid Pengembangan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Benny Liando selaku salah satu rekanan, Ahmad Litiloly selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Marcus Tahya selaku Pembantu PPK dan Jonas Latupeirissa selaku rekanan.

“Kita sedang koordinasi untuk perhitungan audit. Beberapa waktu lalu berkasnya sempat terhambat, karena baru saja penyidik menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Sehingga total lima tersangka,” terang Kajari Malteng, Juli Isnur, kepada Berita Kota Ambon melalui sambungan seluler, Rabu (1/4) lalu.

Kata dia, terkait berkas perkara kelima tersangka tersebut penyidik Kejari Malteng tengah melakukan perampungan, untuk diserahkan ke tim auditor BPKP.

“Jaksa sedang rampungkan berkas perkara ini. Kalau nanti sudah selesai dirampungkan, jaksa pasti serahkan langsung ke BPKP,” tandas Kajari.

Sementara sumber di Kejari Malteng mengungkapkan, berdasarkan hitungan ahli Poltek Negeri Ambon, kerugian negara dalam proyek saluran Irigasi di Desa Sariputih, Seram Utara Kobi, itu sebesar Rp 800 juta lebih.

Namun untuk memperkuat hitungan ahli itu, jaksa akan meminta BPKP Perwakilan Maluku untuk menghitungnya lagi. “Kita akan meminta BPKP untuk menghitungnya kembali, agar memperkuat hasil penghitungan ahli Poltek,” kata sumber tersebut.

Data yang dihimpun koran ini, proyek saluran irigasi di Desa Sariputih merupakan milik Dinas PU Provinsi Maluku, yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih. Namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan, karena belum selesai dikerjakan. Padahal anggaran telah dicairkan 100 persen. (SAD)

Comment