by

Jaksa Intens Sidik Korupsi SMA 2 Kobi

Ambon, BKA- Tim penyidik Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Malteng) Cabang Wahai, intens melakukan pengusutan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan SMA 2 Seram Utara Kobi, Kabupaten Malteng.

Hal ini terlihat setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang berada di Malteng, kini tim korps adhyaksa itu bergerak ke Kota Ambon untuk mengejar beberapa saksi lain dalam perkara ini.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memperkuat bukti-bukti, demi menjerat tersangka dalam kasus yang diduga merugikan uang negara puluhan juta rupiah tersebut.

Salah satu penyidik yang menolak namanya dikorankan mengaku, saat ini dirinya bersama tim datang ke Ambon untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan dalam perkara ini. Karena ada sebagian saksi yang diduga mengetahui proyek ini, berdomisili di Kota Ambon.

“Kita memang fokus periksa kasus ini. tim saat ini di Ambon mau periksa beberapa saksi, karena memang saksi yang lain di Malteng itu sudah selesai dilakukan pemeriksaan,” jelas sumber, ketika dihubungi BeritaKota Ambon, Minggu (26/4).

Sumber Jaksa itu mengaku, jika agenda pemeriksaan saksi sudah selesai dilakukan, maka bukt-bukti yang sudah dikantongi penyidik itu akan dirampungkan.

Setelah itu, tim akan berkoodinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku untuk melakukan audit investigasi.

Jika hasil auditnya sudah ada, maka penetapan tersangka juga dilakukan. “Jadi tunggu-tunggu saja ya, karena kita kerja dibawa ancaman Covid-19. Jadi tidak bisa buru-buru. Mudah-mudahan, pemeriksaan saksi yang kita lakukan secepatnya, agar progres selanjutnya juga cepat berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Kejari Malteng Cabang Wahai, diam-diam sedang mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan SMA 2 Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Proyek yang dikerjakan dari panitia pembangunan swakelola ini diduga ada indikasi korupsi, mencapai puluhan juta rupiah.

Sumber di Kacabjari Wahai kepada Koran ini mengaku, jaksa punya bukti kuat untuk menjerat para tersangka dalam kasus ini, sebab hingga kini sudah sebanyak 24 orang dari panitia swakelola dicecar tim penyelidik.

“Prinsipnya jaksa punya bukti kuat dalam kasus ini, sebab proyek itu terlihat amburadul sama sekali, bahkan kerugian puluhan juta,” ungkap sumber jaksa menolak namanya di korankan melalui selulernya, Selasa (31/3).

Bahkan, lanjut sumber itu, bukti yang saat ini dikantongi jaksa penyelidik sudah kuat tinggal saja mengincar kembali calon tersangka dalam proyek ini.

“Kita tinggal incar calon tersangka saja, entah itu dari pihak sekolah atau dari pihak mana tanyakan saja ka Jaksanya,” tandas sumber itu.

Terpisah, di konfirmasi Kacabjari Wahai, Hubertus Tanate membenarkan hal tersebut. Menurutnya, timnya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan SMA 2 Seram Utara Timur Kobi, tahun 2017 senilai Rp. 2.669.651.000.

Bahkan dari hasil pemeriksaan diketahui, pekerjaan fisik terhadap sekolah tersebut, tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (Rab). Dan juga dari hitungan sementara, kasus ini kerugiannya mencapai Rp. 895.065.350. “Jadi pekerjaannya tidak sesuai dengan RAB, dan sekarang kita masih dalami lagi bukti-bukti lain,” jelas Tanate melalui selulernya, Selasa kemarin.

Selain pembangunan yang tak sesuai RAB, diduga proyek yang dikerjakan oleh Panitia Pembangunan dari Swakelola ini juga terjadi Mark Up pada nota belanja.

“Dari Mark-Up Nota belanja itu termasuk upah kerja dan pembelian material semuanya di Mark-Up. Makanya indikasinya disitu,” jelas Tanate.

Bahkan tambah Tanate, penyelidikan kasus ini, jaksa punya bukti kuat untuk menjerat calon tersangka sehingga kasus tersebut sudah dinaikkan ke penyidikan.”Kita punya bukti kuat, bahkan sekarang kita sudah naikan kasus ini ke dik (Penyidikan). Sehingga nantinya proses penyidikan berjalan baru kita tahu, siapa tersangkanya,” tandas Tanate.(SAD)

Comment