by

Jaksa Masih Periksa Saksi

Kasus PLTMG
Ambon, BKA- Tim penyidik Kejati Maluku sampai saat ini masih menjadwalkan pemeriksaan saksi, pada perkara dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan kantor PLTMG Namlea.

Pemeriksaan saksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas dua tersangka dikasus yang menjerat Fery Tanaya dan AGL, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi, mengaku, sampai saat ini, kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi untuk perkara PLTMG Namlea,” ungkap Sapulette, melalui selulernya, Minggu (5/7).

Menurut jaksa dengan dua bunga melati di pundak itu, tim penyidik yang menangani kasus ini masih fokus untuk pemeriksaan saksi-saksi yang sebelumnya sudah diperiksa pada tahap penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan saksi-saksi, baru jaksa menjadwalkan pemeriksaan ahli. “Setelah itu, baru periksa tersangka,” tandas Sapulette.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Maluku menggarap dua saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan kantor PLTMG Namlea.

Mereka masing-masing R.I.T dari kantor BPN Namlea dan M.A dari unsur Kantor Desa Namlea, Kabupaten Buru.
Pemeriksaan ini, dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka Feri Tanya alias FT dan A.G.L.

Selain itu, Rabu (24/6) lalu, penyidik Kejari Buru mengagendakan pemeriksaan awal terhadap dua saksi, masing-masing, eks Camat Namlea inisail KW dan YS dari bagian BPN Kabupaten Buru.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi. Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, Rabu (24/6), kepada Wartawan mengaku, pemeriksaan terhadap dua saksi tersebut dalam perkara dugaan korupsi PLTMG Namlea yang kini diusut Kejati Maluku bersama Kejari Namlea.

“Benar, hari ini, Rabu (24/6), penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, masing-masing dengan inisial KW eks Mantan Camat Namlea dan YS pegawai BPN Kabupaten Buru. Pemeriksaan kedua saksi dalam perkara pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG Namlea,” ucap Sapulette di ruang kerjanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku melalui ekspos perkara, menetapkan dua tersangka, masing-masing, Fery Tanaya alias FT (59) dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/ 2020,08 Mei 2020. Serta tersangka AGL (46) PNS BPN Maluku berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor :B-750/Q.1/Fd.1/05/ 2020, tanggal 08 Mei 2020.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka karena mempunyai bukti yang cukup.

Mereka pun disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang. No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Jadi mengantongi bukti permulaan yang cukup, Kejati Maluku langsung menetapkan dua tersangka masing-masing F.T. dan A.G.L,” jelas Sapulette, Kamis kemarin.

Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG itu berada tepat di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Dalam proses jual beli lahan itu, diduga tidak melibatkan Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat, Notaris dan Pemerintah Kabupaten Buru.

“Pengadaan lahan ini diduga murni salah bayar atau total loss,” ungkap Mukadar sebagai pelapor dalam kasus ini.(SAD)

Comment