by

Jaksa Sebut Dakwaan Tiga RMS Penuhi Unsur

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku menyebut semua isi dakwaan tiga terdakwa yang didakwa dalam kasus makar, telah memenuhi unsur, disusun cermat, jelas dan lengkap, sesuai ketentuan Undang-Undang pasal 143 ayat (2) KUHP.

Hal itu disampaikan JPU Kejati Maluku, Augustina Ubleeuw, pada sidang lanjutan dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi penasehat hukum terdakwa, di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (6/7).

Menurut JPU, Pengadilan Negeri Ambon sudah berwenang untuk mengadili perkara tiga terdakwa, masing-masing, Simon Viktor Taihittu, Abner Litamahuputty dan Johanis Pattiasina. Selanjutnya, eksepsi penasehat hukum atas tiga terdakwa yang mengatakan, kalau perbuatan ketiga terdakwa tidak masuk dalam tindak pidana makar, sebetulnya hal tersebut sudah masuk dalam materi pokok. Sehingga nanti pada sidang lanjutan, baru akan disidangkan majelis hakim.

“Semua yang dikemukakan penasehat hukum dalam eksepsi, kami merasa semuanya masuk dalam pokok perkara. Sehingga biarlah majelis hakim memutuskan untuk kasus ini dilanjutkan pada inti pokok perkaranya,” tandas JPU, dalam nota tanggapan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin Ahmad Hukayat selaku Hakim Ketua, dibantu Jenny Tulak dan Felix R. Wuisan selaku Hakim Anggota.

Sebelumnya, tim penasehat hukum ketiga terdakwa, yakni, Semuel Waileruny Cs selaku penasehat hukum terdakwa Jahanes Pattiasina, serta Alfred Tutupary Cs selaku penasehat hukum terdakwa Simon Viktor Taihittu dan Abner Litamahuputty, menilai dakwaan tim JPU Kejati Maluku terkait perkara tiga pimpinan FKM-RMS itu, kabur dan tidak memenuhi unsur. Sehingga mereka meminta agar dakwaan tersebut dibatalkan dan segera membebaskan ketiga terdakwa dari hukuman yang melilit mereka.

Sebelumnya, diketahui dalam dakwaan JPU Kejati Maluku, Augustina Ubleeuw, tindak pidana yang dilakukan tiga terdakwa yang mengaku petinggi Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM-RMS), Sabtu (25/4), menerobos masuk ke Polda Maluku dengan membawa bendera RMS sembari berteriak “Mena Muria” di halaman Polda Maluku.

Hal itu dilakukan ketiganya sekitar pukul 15.45 WIT ke markas Polda Maluku, yang berada di Jalan Rijali No. 1, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dengan membawa bendera RMS.

Ketiganya diketahui, Simon Viktor Taihittu (56). Pekerjaannya wiraswasta. Ia mengaku kepada penyidik adalah warga Batu Gajah, dan juga warga Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Dalam FKM-RMS, ia selaku juru bicara.

Abner Litamahuputty alias Apet (44), warga Kudamati, Lorong Rumah Tingkat. Tidak ada pekerjaan alias pengangguran. Di FKM-RMS ia menjabat sebagai Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air.

Kemudian, Johanis Pattiasina (52), bermukim di Kayu Tiga, Dusun Soya, Kecamatan Sirimau ini adalah ASN pada Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Maluku. Sebelumnya ia bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Jabatannya di FKM-RMS selaku Sekretaris Perwakilan Tanah Air.

“ Ketiganya diancaman melanggar pasal Pasal 106 KUHP, Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pasal 160 KUHP tentang Menghasut,” tandas JPU.(SAD).

Comment