by

Jaksa Susun Dakwaan Rekan FY

Ambon, BKA- Setelah menerima tahap II dari penyidik Direskrimsus Polda Maluku, Rabu (24/6) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku mulai menyusun berkas dakwaan terhadap William Alfred Ferdinandus, yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU BNI Cabang Ambon bersama Faradiba Yusuf (FY), yang saat ini tengah disidangkan di Pengadilan tipikor Ambon.

“Setelah Tahap II, tentu Penuntut Umum akan menyusun surat dakwaan, untuk dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, saat dikonfirmasi, Minggu (28/6).

Selain menyusun berkas dakwaan, katanya, Penuntut Umum juga tengah mempersiapkan administrasi pelimpahan berkas perkara tersangka ke Pengadilan Negeri Ambon.

“Jadi selain susun dakwaan, jaksa juga sedang menyiapkan administrasi untuk pelimpahan berkas perkara ini,” tandas Sapulette.

Sebelumnya, Penutut Umum Kejati Maluku, Rabu (24/6) kemarin, menerima berkas perkara tersangka William Alfred Ferdinandus selaku rekan FY yang kini merupakan terdakwa dalam kasus dugaan tipikor dan TPPU BNI Cabang Utama Ambon.

Dengan pelimpahan berkas perkara tersangka William Alfred Ferdinandus, maka sudah tujuh orang yang berkas penyidikannya sudah diserahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku ke Kejati Maluku. Tersisa satu tersangka lagi yang berkasnya belum diserahkan.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada Wartawan di ruang Kerjanya, Rabu (24/6), mengungkapkan, Penuntut Umum Kejati Maluku telah menerima berkas tersangka dan barang bukti (Tahap II), dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang pada PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon atas nama tersangka W. F. F Alias Will dari Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Menurut jubir Kejati Maluku ini, tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Jo.Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Tipikor, sebagaimana dirubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo.Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan Pasal 3 atau Pasal 5 ayat (1) UU No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo.Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam perkara ini, tersangka diketahui melakukan korupsi sebesar Rp19.800.000.000 (sembilan belas milyar delapan ratus juta rupiah), yang merupakan bagian dari total kerugian sebesar Rp 58.950.000.000 (lima puluh delapan milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah), berdasarkan hasil audit BPK RI Nomor: 02/LHP/XXI/02/2020, tanggal 11 Februari 2020.

“Tersangka W.F.F melakukan perbuatan tersebut bersama-sama dengan Faradiba Yusuf, Kristiantus Rumalewang, Andi Yahrizal Yahya dan Soraya Pelu, yang perkaranya saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon,” sebut Sapulette.

Dirinya menambahkan, setelah dilakukan penyerahan tahap II, selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari ke depan.

“Jadi mulai hari ini, tersangka sudah ditahan selama 20 hari kedepan. Untuk selanjutnya tim JPU akan menyusun berkas dakwaan tersangka untuk dilimpah ke pengadilan demi kepentingan sidang,” tandas Sapulette. (SAD)

Comment