by

Jaksa Teliti Berkas Tiga Pimpinan RMS

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku akhirnya menerima berkas perkara tiga tersangka yang tergabung dalam organisasi separatis RMS.
Tiga tersangka itu satu diantaranya PNS sedangkan dua diantaranya pekerja swasta.

Tiga tersangka itu masing-masing Simon Viktor Taihitu (56), Warga Batu Gajah, yang bertindak selaku juru bicara, Abner Litamahuputty (44), warga Kudamati, Lorong Tingkat yang menjabat sebagai Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air FKM/RMS dan Johanis Pattiasina (52), yang merupakan PNS di kantor Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, selaku Sekretaris perwakilan Tanah Air FKM/RMS.

“Jadi memang JPU sudah menerima berkas perkara dalam kasus ini, dan selanjutnya akan diteliti selama 14 hari kedepan,” jelas Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon, Selasa (5/5).

Berkas perkara ini, lanjut Sapulette, JPU akan teliti lebih dulu, sehingga apa yang menjadi kekurangan disampaikan ke penyidik melalui petunjuk JPU. “Nanti diteliti dulu, kalau ada petunjuk apa, pasti dilampirkan dalam berkas perkara tahap I itu,” tandas juru bicara Kajati Maluku tersebut.

Sebelumnya diberitakan koran ini, setelah dilakukan perampungan berkas perkara, tim penyidik Dirkrimum Polda Maluku, akhirnya melakukan tahap I atas berkas tiga tersangka pimpinan RMS yang diamankan pada 25 April 2020 kemarin di halaman kantor Polda Maluku.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon melalui selulernya mengatakan, berkas tiga pimpinnan RMS itu masing-masing Simon Viktor Taihitu , Abner Litamahuputty dan Johanis Pattiasina.

Sekedar tahu saja, penyidik Dit Reskrimum Polda Maluku menetapkan tiga pimpinan RMS yang masuk di dalam Markas Polda Maluku membawa bendera RMS pada Sabtu 25 April kemarin sebagai tersangka dalam kasus makar.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon melalui selulernya mengungkapkan, Polda Maluku resmi menetapkan ketiga pelaku yang membawa bendera RMS ke Mapolda Maluku itu sebagai tersangka.

Ketiganya disangkakan dengan pasal 106 KUHP Tentang Makar dengan ancaman hukuman 20 Tahun penjara, dan pasal 160 KUHP tentang manghasut orang melakukan perbuatan makar, diancam pidana penjara selama 6 Tahun.

Kata dia, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi penyidik, yakni barang bukti berupa bendera RMS, Handphone, Masker dan tayangan video ajakan warga untuk menaikan bendera RMS sejak 18 April kemarin.
(SAD)

Comment