by

Jika KBM Di Sekolah Siswa Akan Dibagi

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 15 Ambon, Marcus Mailoa, mengatakan, jika pada tahun ajaran 2020/2021, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan di sekolah, maka siswa pada setiap rombongan belajara (rombel) akan dibagi dalam dua kelompok.

Hal tersebut dilakukan, guna mencegah penyebaran virus dilingkungan sekolah. “Itu akan kita lakukan, kalau memang tanggal 13 Juli, kita kembali belajar di sekolah. Kalaupun sekolah mulai, otomatis untuk SD itu belum bisa untuk berproses. Karena kalau tidak salah itu, ada aturan Menteri yang mengatakan, bahwa sekolah dimulai dari tingkat SMA dulu, kemudian SMP, baru SD yang terakhir,” ucap Mailoa, Jumat (19/6).

Untuk itu, katanya, kemungkinan besar tingkat SD akan memulai tahun ajaran baru di bulan September mendatang. Itu jika berpatokan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

“Jadi,tahun ajaran baru ini, bisa di bulan September baru SD mulai masuk sekolah. Dengan catatan, KBM di sekolah. Tapi itu juga tidak semua siswa itu harus masuk sekaligus. Kita akan membagi per kelompok. Misalnya, satu kelas 30 siswa, kita bagi dua kelompok. Agar bisa jaga jarak,” ulasnya.

Dengan adanya pembagian kelompok tersebut, katanya, para guru sudah pasti tetap berada di sekolah. Dan ini dilakukan, sampai situasi benar-benar normal kembali, barulah KBM bisa berjalan seperti semula.

“Sepanjang masih dengan situasi ini, maka guru-guru tetap stand by dari pagi sampai sore. Karena tidak bisa dipaksakan untuk gabung. Itu sebabnya, kita atur per kelompok. Jadi kita memantau anak-anak, mulai saat datang ke sekolah, belajar sampai pulang kerumah, itu kami control. Dengan tetap sesuai dengan semua protokoler kesehatan. Itu tetap kami siapkan. Menjaga jarak, mencuci tangan. Semuanya kami akan lakukan,” tandas Mailoa. (LAM)

Comment