by

Jika PJJ Berlanjut, Siswa Akan Semakin Tertinggal

Ambon, BKA- Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, sejumlah guru mulai resah dengan perkembangan akademik para siswanya.

Keresahan itu disebabkan karena pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan kembali diterapkan, guna menekan penularan Covid-19. Namun dari sisi akademik, dikhawatirkan siswa akan semakin tertinggal, karena mereka tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara baik.

Terkait hal itu, Kepala SD Negeri 2 Latihan SPG, Rosina Hatu, berharap, ada solusi yang dapat ditawarkan oleh pemerintah agar kualitas siswa tidak semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

Memang ungkapnya, bila diamati, proses PJJ yang dilakukan beberapa waktu lalu secara Daring, msih banyak kekurangan yang dihadapi.

Pertama, orangtua mengeluh kalau mereka tidak punya uang untuk membeli pulsa setiap hari. Ada juga yang mengeluh karena tidak punya Hp android.

Kedua, PJJ ini sangat butuhkan pendampingan orangtua. Mereka juga mengeluh karena tidak tahu mau dampingin anak untuk belajar atau bekerja setiap hari. Untuk tingkat sekolah lain, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau siswa SD, harus ada pendampingan orangtua.

“Lalu kalau orangtua sudah mengeluh tidak sanggup lagi, kita mau buat apa. Ini yang menurut saya, kalau PJJ dipertahankan, siswa maupun orangtua akan susah. Kalau sudah begitu, pasti anak-anak akan tertinggal,” ungkap Hatu, Selasa (28/7).

Untuk itu, katanya, yang bisa menjawab kebutuhan siswa maupun orangtua saat ini adalah kembalikan proses belajar seperti biasa di sekolah.

“Ini hanya pikiran kita. Tergantung pemerintah mau seperti apa. Jadi kita ada dalam belajar kelompok-kelompok kecil di sekolah. Kalau ini dilakukan, orangtua bisa mengatur waktu, mangantar anak ke sekolah dan kembali bekerja,” terangnya.

Terkait teknis pembelajaran di sekolah, katanya, dapat diatur sesuai protokoler kesehatan, sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Kita bagi kelompok saja, lalu belajar di sekolah. Nanti teknisnya itu, kita yang atur. Dari pada anak-anak itu mengalami masalah dalam belajar Daring setiap hari,” tandasnya.(LAM)

Comment