by

Jika PSBB Diperpanjang, Siswa Akan Semakin Sulit Belajar

Ambon, BKA- Wakil Kepala SD Inpres 36 Rumah Tiga, Rony Wairisal, mengungkapkan, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka siswa SD akan semakin kesulitan untuk belajar.

“Anak-anak tidak bisa belajar, kalau PSSB terus berlanjut. Karena dari pihak Dinas Pendidikan tidak mau belajar secara Luring. Mau saja belajar Daring untuk sementara waktu. Kalau begitu, maka pasti sulit untuk anak-anak belajar sekarang ini. PSBB transisi yang sementara jalan ini kan, selesai tanggal 16 Agustus. Tapi Kota Ambon sudah kembali ke zona merah. Jadi kemungkinan besar akan ada lagi PSSB tahap berikutnya. Kalau lanjut, maka anak-anak pasti sulit belajar, karena belajar Daring terus,” ungkap Wairisal, Jumat (14/8).

Untuk itu, dia meminta, agar sebelum PSBB dilanjutkan, sudah ada kebijakan bagi anak-anak didik. Pasalnya, dengan berbagai keterbatasan yang ada saat ini, siswa tidak bisa dipaksakan untuk belajar Daring dalam waktu yang lama.

Khusus untuk SD Inpres 36 Rumah Tiga, sebagian besar siswa berasal dari latar belakang keluarga kurang mampun. Sehingga banyak dari mereka yang tidak memiliki fasilitas belajar online.

“Sama sekali kita tidak bisa paksakan mereka untuk belajar. Jadi, kalau Daring terus, maka siswa akan sulit belajar. Jadi kalau PSBB jalan, maka siswa juga libur. Untuk itu, harus ada kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan untuk mengtasi hal ini,” pintanya.

Pasalnya ,kalau belajar dilakukan secara Luring menggunakan buku paket atau LKS pun akan sama dengan belajar Daring. Karena rata-rata orangtua belum memahami PJJ ini.

Memang diakuinya, PJJ yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 ini membutuhkan peran pihak lain dalam membimbing siswa, salah satunya orangtua siswa itu sendiri.

Tapi kalau dengan keterbatasan orangtua yang belum memahami materi pelajaran, juga akan lebih menyulitkan anak-anak dalam belajar. Satu-satunya cara, menurutnya, anak-anak diijinkan untuk belajar secara tatap muka secara kelompok, agar bisa didampingi oleh guru.

‚ÄúPemerintah harus melihat persoalan ini. Kalau tidak, percuma saja kita lakukan PJJ, tapi anak-anak tidak belajar dengan baik, hanya karena belum ada kebijakan yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak didik kita ditengah pandemi ini. Belum lagi, kalau PSBB diperpanjang tanpa ada jalan keluar. Akan lebih mempersulit kita sebagai guru, karena dilarang untuk melakukan tatap muka dengan siswa. Kasihan juga kalau anak-anak tidak belajar dengan baik. Soal ini, kita berharap, pemerintah cepat mengambil kebijakan untuk menjawab persoalan yang ada ini,” tandas Wairisal. (LAM)

Comment