by

Jokowi Kasih Pedagang Asongan dan PKL Modal Kerja Rp2,4 Juta

Jakarta, BKA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal kerja kepada pelaku usaha kecil sebesar Rp2,4 juta per orang. Pelaku usaha kecil yang dimaksud, antara lain pedagang asongan, pedagang kaki lima, termasuk pedagang keliling.
Bantuan diberikan kepada puluhan pelaku usaha kecil di Kompleks Istana Kepresidenan di Bogor, Rabu (15/7). Ini hari kedua Jokowi membagikan bantuan modal kerja kepada pengusaha ‘cilik’.
“Saya rasa ini bisa digunakan untuk tambahan modal kerja dan ini akan kami bagikan ke 12 juta pedagang kecil di seluruh Tanah Air,” ujar Jokowi dalam video conference.
Ia bilang pendapatan yang diterima pelaku usaha kecil turun drastis di tengah pandemi virus corona. Sebelum pandemi covid-19, pendapatan pelaku usaha kecil bisa mencapai Rp500 ribu atau Rp800 ribu per hari. Namun, kini pendapatan yang diterima turun menjadi hanya Rp200 ribu per hari.
“Itulah memang kondisi yang dialami. Ini yang mengalami tidak hanya yang kecil saja, yang tengah, yang besar juga mengalami hal yang sama karena pandemi virus corona,” jelas Jokowi.
Situasi ini, kata Jokowi, bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di hampir seluruh negara. Oleh karena itu, Jokowi meminta agar penerima bantuan modal kerja tetap semangat dan bekerja keras.
“Semua harus tetap semangat bekerja keras agar pada saat kondisi sudah normal, itu semuanya berjalan lebih baik. Yang kami harapkan itu. Saya harap bapak ibu tetap bekerja keras,” tegas Jokowi.
Kepala negara itu juga sempat bertanya langsung kepada pedagang yang mendapatkan bantuan modal kerja. Salah satu pedagang kaki lima mengaku pendapatannya kini hanya Rp200 ribu per hari dari sebelumnya yang mencapai Rp500 ribu per hari.
Sementara, salah satu pedagang keliling menyatakan hanya mendapatkan omzet sebesar Rp100 ribu dalam sehati. Padahal, biasanya omzet yang didapat sebesar Rp300 ribu per hari.
“Biasanya Rp300 ribu sekarang paling Rp100 ribu. Itu omzet, bukan untung,” kata pedagang keliling tersebut. (INT)

Comment