by

JPU Hadirkan Mantan Ketua SKAI Bank Maluku

Ambon, BKA- Sidang korupsi Bank Maluku cabang Dobo dengan terdakwa Wiliam Apres Balsala dan Lisbeth Yustensz kembali digelar Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (5/5).

Sidang yang dipimpin hakim ketua Felix Rony Wuisan didampingi Benhard Panjaitan dan Jeny Tulak masih dengan agenda pemeriksaan saksi dari Penuntut Umum.

Sidang itu hanya memeriksa seorang saksi yakni Agustinus Sihasale, mantan Ketua Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Maluku di Ambon.
JPU dikoordinir Oceng Ahmadaly dan Novita Hehanusa Tatipikalawan.
Wiliam didampingi kuasa hukumnya Japy Sahupala sedangkan Lisbeth didampingi kuasa hukumnya Rony Samloy dan Marnex Salmon.

Menurut Sihasale, pada 2012 dirinya pernah selama lebih kurang 10 hari menurunkan tim dan dirinya ke Bank Maluku cabang Dobo setelah adanya laporan terjadi selisih uang kas, cash vault dan fisik uang.

Sebelumnya diberitakan, Ada tiga saksi yang dihadirkan Penuntut Umum pada persidangan Selasa pekan kemarin, yakni Burhanudin Barends, Tresye Tomasoa dan Gloria Apriany Intopiana.

Barends dan Tomasoa adalah pegawai administrasi Bank Maluku cabang Dobo, sedangkan Intopiana menjabat teller bank tersebut.
Ketiga saksi mengakui kasus ini merupakan kasus lanjutan dari kasus korupsi yang menjerat mantan kepala cabang Bank Maluku Dobo Aminadap Rahanra yang telah divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Ambon pada akhir 2019 silam.

“Wajib validasi data dengan melihat fisik uang,” jawab Intopiana diikuti Barends dan Tomasoa ketika dicecar JPU.
Ketiga saksi menyatakan teller bertanggung jawab untuk head teller dan head teller kepada kepala cabang.

Tomasoa menyebutkan pemeriksaan terhadap transaksi dan kedudukan uang pada kas Bank Maluku cabang Dobo tidak rutin dilakukan Kontrol Internal Cabang (KIC) yang pernah dijabat Balsala.

Ketika dikonfrontir dengan keterangan saksi-saksi Balsala menepis keterangan bahwa pemeriksaan kondisi keuangan tidak rutin dilakukan KIC, sedangkan Yustensz membenarkan dan mengakuinya. (SAD)

Comment